Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Kenali Metode Egg Freezing yang Dilakukan Priyanka Chopra
    Inspiring You

    Kenali Metode Egg Freezing yang Dilakukan Priyanka Chopra

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman10 April 2023Updated:10 April 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Priyanka Chopra mengaku sudah melakukan egg freezing pada usia 30 tahun. Hal ini dilakukan supaya dia tetap dapat memiliki keturunan di kemudian hari meski sudah tidak di usia subur. 

    Mengutip Hindustan Times, Priyanka melakukan egg freezing atas saran ibunya, Madhu Chopra, yang seorang dokter kandungan.

    Dalam tayangan podcast Armchair Expert With Dax Shepard, pemenang Miss World pada tahun 2000 itu bercerita bahwa ia memutuskan untuk mengikuti saran sang ibu karena ingin memiliki kebebasan dalam meniti karier. Apalagi saat itu dia juga belum memiliki pasangan hidup. 


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Saat ini, Priyanka dan suaminya sudah memiliki bayi perempuan yang diberi nama Marie Maltie. Marie lahir tahun lalu melalui ibu pengganti. 

    Manfaat egg freezing

    Seperti Priyanka, banyak wanita memilih untuk membekukan sel telur mereka di usia muda karena beberapa alasan. Seiring bertambahnya usia, kualitas sel telur wanita dapat menurun dan proses ovulasi berhenti setelah menopause. Pembekuan sel telur dapat memungkinkan wanita untuk menjadi ibu bahkan setelah usia 40 tahun.

    “Saya merasakan kebebasan seperti itu, saya melakukannya di awal usia tiga puluhan dan saya dapat melanjutkan ambisi karena saya ingin mencapai target tertentu dalam karier. Pada saat itu, saya juga belum bertemu dengan seseorang yang ingin saya ajak untuk membangun keluarga,” kata Priyanka Chopra.

    “Ini adalah hadiah terbaik yang akan Anda berikan kepada diri sendiri. Sel telur akan tetap sama seperti ketika Anda membekukannya,” tambahnya.

    Kendati demikian, para ahli memperingatkan bahwa kehamilan dengan telur yang segar lebih mungkin terjadi dibandingkan dengan telur beku.

    Usia yang disarankan untuk pembekuan sel telur

    Pembekuan sel telur sebelumnya adalah teknik yang banyak dilakukan wanita untuk melawan kanker. Perawatan kanker seperti kemoterapi merusak sel telur sehingga berdampak pada kesuburan.

    Dr Nisha Pansare mengatakan bahwa saat ini pembekuan sel telur sedang meningkat di mana wanita membekukan sel telurnya karena mereka belum siap untuk hamil. Bisa jadi karena berbagai alasan seperti mengejar pendidikan, sibuk dengan karir, atau belum menemukan pasangan yang tepat.

    “Idealnya seseorang harus membekukan telurnya di akhir usia 20-an atau awal 30-an ketika kualitas telurnya lebih baik. Seiring bertambahnya usia wanita, terutama setelah 35 tahun, kualitas sel telur menurun, dan dapat menimbulkan komplikasi seperti kelainan kromosom pada embrio,” kata Dr Pansare.

    Telur diambil dari ovarium dan selanjutnya dibekukan dan disimpan. Ketika wanita siap untuk memiliki bayi, mereka dapat menggunakan sel telur beku mereka dan selanjutnya memilih prosedur seperti IVF dan memindahkan embrio mereka.

    (hsy/hsy)


    Inspirasi Sukses Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    Video: Jurus Fintech Tekan Angka Kredit Macet

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.