Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Mendag Pamer RI Punya Startup Unicorn Terbanyak di ASEAN
    Insight News

    Mendag Pamer RI Punya Startup Unicorn Terbanyak di ASEAN

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa23 Agustus 2021Updated:23 Agustus 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengklaim pangsa pasar e-commerce Indonesia sudah cukup besar dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya. Hal ini bisa membuat Indonesia sebagai kiblat perusahaan e-commerce di wilayah Asia Tenggara.

    Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan Indonesia memiliki banyak perusahaan startup unicorn lebih banyak ketimbang negara Asean lainnya.

    “Sehingga kita punya unicorn startup terbesar di Asean. Kita punya Gojek, OVO, Tokopedia, Traveloka, Bukalapak, J&T Express, dan Tiket.com,” kata Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Senin (23/8/2021).

    Menurut Lutfi Perkembangan ekonomi digital juga melaju cepat seiring besarnya pengguna internet yang tumbuh juga investasi di Indonesia. Meski saat ini kesiapan ekonomi digital saat ini masih berpusat di ibu kota.

    Makanya pemerintah harus meningkatkan iklim positif juga di provinsi lainnya, seperti mengembangkan infrastruktur dan teknologi yang merata diseluruh wilayah Indonesia.

    “Indonesia tidak hanya Jakarta, dan kota besar lainnya. Saat ini kita masih banyak daerah yang tidak tersentuh teknologi digital di kehidupan sehari-hari. Makanya ekonomi digital harus hadir dengan semangat yang inklusif,” jelasnya.

    Lutfi mengatakan RI juga memiliki jumlah unicorn e-commerce yang terbesar di Asean. Setidaknya dari 8 Unicorn di Asean 5 diantaranya berasal dari Indonesia yakni Traveloka, Gojek, Tokopedia, Ovo, Bukalapak.

    “Dari lima unicorn itu sudah merajai pasar ASEAN, dan tambahan satu yakni tiket.com tercatat sebagai unicorn terbaru di Indonesia,” katanya.

    Sampai saat ini ekonomi digital dan e-commerce menunjukkan tren yang positif di Indonesia. Dari catatan Lutfi pangsa pasar e-commerce di Indonesia sudah mencapai 45% dibandingkan negara Asean lainnya.

    Diperkirakan nilai transaksi e-commerce Indonesia tahun 2021 mencapai Rp 354,3 triliun, yang baik pada tahun 2021 mencapai 33,11%. Sedangkan volume transaksi diprediksi mencapai 1,3 miliar transaksi atau naik 38,17% pada tahun ini.

    [Dexpert.co.id]

    (Update dari:CNBC.com )



    Mind your business Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.