Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Diblokir AS, Banyak Anggota Kongres Ternyata Seleb TikTok
    Insight News

    Diblokir AS, Banyak Anggota Kongres Ternyata Seleb TikTok

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa4 April 2023Updated:5 April 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Keputusan pemerintah Amerika Serikat (AS) memblokir TikTok di perangkat pemerintah mendulang protes dari anggota kongres. Pasalnya, beberapa mengaku menggunakan platform tersebut untuk lebih dekat dengan rakyat.

    Misalnya saja Rep. Jeff Jackson dari Carolina Utara yang menggunakan TikTok untuk menjelaskan ke warga AS soal topik pembatasan debit. Ia memiliki lebih dari 1,8 juta pengikut di platform tersebut.

    Selain itu, Rep Robert Garcia dari California yang memanfaatkan TikTok untuk berinteraksi dengan komunitas LGBTQ+.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Adapun Sen. Bob Casey dari Pennsylvania mengaku menggunakan TikTok untuk memberikan overview terkait hasil Pemilihan Umum. Masih banyak anggota kongres lainnya yang juga terbantu dengan TikTok.

    Semua anggota tersebut berasal dari Partai Demokrat. Mereka mengatakan wajib berinteraksi dengan warga AS yang banyak ‘nangkring’ di platform buatan China tersebut, yakni lebih dari 150 juta orang.

    “Pemblokiran ini membuat saya emosional. Tak ada wadah yang lebih baik dari TikTok untuk menjangkau anak muda di AS,” kata Rep. Dean Phillips dari Minnesota, dikutip dari Associated Pers, Selasa (4/4/2023).

    Kendati banyak kubu Demokrat yang menentang pemblokiran, namun jumlah mereka terhitung minoritas. Mayoritas anggota kongres mendorong agar pemblokiran tetap dilaksanakan, bahkan ke tingkat nasional.

    Rep. Mark Pocan yang juga aktif di TikTok mengatakan rapat dengar pendapat antara kongres AS bersama CEO TikTok baru-baru ini memperlihatkan bobroknya negara dalam menghadapi pemblokiran.

    “Sangat memalukan melihat rapat dengar pendapat itu,” ujarnya.

    “Rapat itu memperlihatkan masalah sebenarnya di dalam kongres. Banyak orang yang duduk di kursi kongres tak memiliki keahlian,” ia menjelaskan.

    Beberapa anggota kongres dari Partai Demokrat yang aktif di TikTok memiliki banyak followers, karena mereka memang menggunakan platform itu sebagai salah satu tool kerja.

    Salah satunya Rep. Jamaal Bowman yang memiliki 180.000 followers di TikTok. Ia mengatakan bahwa TikTok merupakan platform edukasi di era modern seperti sekarang.

    “Banyak konten yang kaya dengan edukasi. Mulai dari cara membuat kue sampai mempelajari proses politik,” ia menuturkan.

    “Ada lebih dari 150 juta orang di TikTok, dan kami lebih terkoneksi dengan mereka ketimbang para anggota Republik,” kata dia.




    High Technology Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.