Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Putin Pakai Teknologi Amerika Musnahkan Musuhnya
    Insight News

    Putin Pakai Teknologi Amerika Musnahkan Musuhnya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa4 April 2023Updated:4 April 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Ribuan pendemo di Rusia berhasil ditangkap dengan bantuan teknologi pengenalan wajah atau facial recognition yang ada disepanjang jalan kota Moskow.

    Pada akhir pekan lalu, kepolisian Rusia mengamankan lebih dari 4.400 orang yang melakukan demo di jalanan menuntut invasi Presiden Vladimir Putin ke Ukraina. Mereka meneriakkan seruan “no to war!” (katakan tidak pada perang).

    Namun ternyata gerak cepat polisi menangkap para pelaku demo ternyata berkat bantuan teknologi pengenal wajah buatan Amerika Serikat (AS).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Pada 2017 lalu, sebanyak 160.000 kamera dipasang di sepanjang jalan kota Moskow. Tak kurang dari 3.000 di antaranya sudah dilengkapi teknologi facial recognition, menurut Departemen IT Moskow.

    Laporan Reuters menyebutkan bahwa teknologi AS dipakai Rusia untuk menghentikan protes massa anti-pemerintah pada 2021 lalu. Kemudian, setelah invasi ke Ukraina tahun lalu, teknologi itu kembali dipakai untuk mencegah demo anti-perang.

    Selain itu, untuk mengidentifikasi dan menangkap oknum-oknum yang melawan rezim Putin, dikutip dari Insider, Selasa (4/4/2023).

    Salah satu contohnya, pada Mei lalu kepolisian mengamankan seorang warga yang memegang spanduk bertuliskan “perdamaian untuk Ukraina”. Setelah diamankan, orang itu diinterogasi tentang pandangannya atas Putin dan perang Ukraina.

    Menurut laporan tersebut 3 perusahaan Rusia dan 1 perusahaan Belarus menggunakan chip yang dirancang perusahaan AS, Intel dan Nvidia, untuk melatih sistem algoritma pada teknologi facial recognition.

    Menurut temuan Reuters dari dokumen pengadilan Rusia, perusahaan Rusia dan Belarus juga terlibat dalam program pengujian facial recognition dari perusahaan AS. Salah satu perusahaan bahkan diberikan duit US$ 40.000 (Rp 599 juta) dari “salah satu tangan intelijen AS”.

    Hingga kini belum ada bukti bahwa Intel dan Nvidia telah melanggar aturan AS. Kedua raksasa teknologi itu mengatakan mereka telah menunda pengiriman barang ke Rusia setelah ada pengetatan perdagangan antara AS dan negara tersebut.


    High Technology Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.