Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Sedih Banget, Penghasilan Ojol Jeblok Dipotong Grab-Gojek
    Insight News

    Sedih Banget, Penghasilan Ojol Jeblok Dipotong Grab-Gojek

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa31 Maret 2023Updated:1 April 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Sejak beberapa tahun lalu, penghasilan para driver ojek online (ojol) mengalami penurunan signifikan. Kabarnya hal ini diakibatkan potongan besar yang dilakukan oleh aplikasi ride hailing Gojek dan Grab.

    Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Daring Garda Indonesia Igun Wicaksono menjelaskan saat tahun-tahun pertama kehadiran ojol, para pengemudi bisa mengantongi Rp 5-10 juta. Namun itu berbeda sejak beberapa tahun terakhir yang menurun hingga 50% atau bahkan di bawah Upah Minimal Provinsi.

    “Makin ke sini makin menurun lagi karena perusahaan aplikasi menerapkan potongan di luar dari permintaan kita sangat tinggi,” ungkap Igun, kepada CNBC Indonesia belum lama ini.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Fakta inilah yang membuat banyak dari pengemudi yang akhirnya beralih profesi. Salah satunya, menurut Igun, adalah menjadi pegawai kantoran dan wirausaha.

    “Ramai-ramai beralih profesi. mencari profesi yang lebih permanen memberi penghasilan untuk nafkahi keluarganya. Minimal bisa punya penghasilan UMP,” jelas Igun.

    Pekerjaan ojol juga bagi kebanyakan driver tak lagi menjadi sumber pendapatan utama. Saat ini, banyak dari mereka yang akhirnya menjadikan profesi sampingan atau part time.

    Penelitian Mahasiswa Doktoral London School Economics (LSE), Muhammad Yorga Permana juga mengungkapkan fakta yang sama. Bahkan penurunan pendapatan para driver terjadi sejak 2019, sebelum pandemi melanda Indonesia.

    “Berbeda pada awal kehadirannya, skema bonus harian yang ditawarkan oleh aplikasi sudah tidak menarik lagi,” tulis laporan tersebut.

    Laporan itu juga mengungkapkan dua pertiga dari 1.000 pengemudi yang disurvei di Jakarta berharap bisa beralih dari profesinya sekarang. Jika bisa memilih, mereka ingin jadi pegawai kantoran saja.

    “Dua pertiga dari mereka mengungkapkan jika mereka bisa memilih, lebih memilih pekerjaan tradisional [jam kerja] 9 sampai 5 daripada bekerja sebagai pengemudi transportasi online,” tulis penelitian tersebut.




    Mind your business Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.