Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Google Panas, Gugat Microsoft ke Uni Eropa Gegara Ini
    Insight News

    Google Panas, Gugat Microsoft ke Uni Eropa Gegara Ini

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa31 Maret 2023Updated:31 Maret 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Google menuduh Microsoft melakukan praktik komputasi berbasis cloud yang bersifat anti-persaingan. Raksasa teknologi itu mengkritik kesepakatan yang dibuat Microsoft dengan beberapa vendor cloud Eropa.

    Google mengatakan tindakan ini tidak menyelesaikan masalah tentang ketentuan lisensinya. Dalam komentar publik pertama Google Cloud tentang Microsoft dan kesepakatannya di Eropa, Wakil Presiden Google Cloud Amit Zavery mengatakan bahwa perusahaan telah mengangkat masalah ini dengan lembaga anti-monopoli.

    Google juga mendesak regulator anti monopoli Uni Eropa untuk melihat lebih jeli lagi.

    Sebagai tanggapan, Microsoft mengacu pada posting blog pada Mei tahun lalu di mana presidennya, Brad Smith, mengatakan memiliki posisi nomor dua yang sehat dalam hal layanan cloud, dengan pangsa pasar lebih dari 20 persen dari pendapatan layanan cloud global.

    “Kami berkomitmen untuk Komunitas Cloud Eropa dan kesuksesan mereka,” kata juru bicara Microsoft, dikutip Jumat (31/3/2023).

    Ada persaingan sengit antara dua raksasa teknologi AS ini dalam bisnis komputasi cloud multi-miliar dolar yang berkembang pesat, di mana Google membuntuti pemimpin pasar Amazon dan Microsoft.

    Pasar komputasi cloud baru-baru ini mendapat pengawasan regulasi yang lebih besar, termasuk di Amerika Serikat dan Inggris, karena dominasi beberapa pemain dan perannya yang makin kritis karena makin banyak perusahaan mengalihkan layanan mereka ke cloud.

    Microsoft telah menawarkan untuk mengubah praktik komputasi cloud-nya dalam kesepakatan dengan beberapa saingan yang lebih kecil. Langkah ini disebut akan mencegah penyelidikan UE.

    “Microsoft jelas memiliki cara yang sangat anti-persaingan di cloud. Mereka memanfaatkan banyak dominasi mereka di bisnis on-premise serta Office 365 dan Windows untuk mengikat Azure dan layanan cloud lainnya serta mempersulit pelanggan untuk punya pilihan,” kata Zavery dalam sebuah wawancara.

    “Ketika kami berbicara dengan banyak pelanggan kami, mereka menemukan banyak praktik bundling ini, serta cara mereka membuat batasan harga dan lisensi, membuat mereka sulit untuk memilih penyedia lain,” imbuhnya.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT




    Insight for you Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.