Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»TikTok Digugat ke Meja Hijau Usai Blokir, Facebook Ikut Kena!
    Insight News

    TikTok Digugat ke Meja Hijau Usai Blokir, Facebook Ikut Kena!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa30 Maret 2023Updated:30 Maret 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Belum lama ini heboh kasus pemblokiran TikTok di AS dan beberapa negara Eropa. Kini, TikTok dan Facebook kena kasus baru dan digugat negara bagian Arkansas.

    Alasannya, platform dianggap berbahaya bagi pengguna, bahkan dihubungkan dengan gangguan kesehatan mental.

    Tuntutan itu ditujukan ke ByteDance dan Meta, induk perusahaan dari Tiktok serta Facebook. Keduanya dinilai melanggar undang-undang praktik perdagangan negara bagian.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Kedua perusahaan juga berpotensi mendapatkan denda hingga jutaan dolar dari pengadilan. Khusus bagi Meta, tuntutan tersebut ditujukan pada kesehatan mental pengguna berusia muda.

    Implementasi platform pada tombol like, tag foto dan news feed yang tidak berakhir membuatnya bersifat adiktif. Bahkan disebut memanipulasi otak pengguna dengan memicu dopamin.

    Sementara itu, kepala keamanan global Meta, Antigone Davis menegaskan komitmen perusahaan pada kesehatan mental. Yakni dengan berinvestasi pada teknologi untuk menemukan dan menghapus konten soal bunuh diri, melukai diri sendiri atau gangguan makan.

    “Kami ingin meyakinkan setiap orang tua bahwa niat kami dalam pekerjaan memberikan remaja pengalaman online yang aman dan mendukung,” ungkapnya dikutip dari CNN Internasional, Kamis (30/3/2023).

    Dia juga memastikan pihaknya akan terus bekerja sama dengan berbagai pihak mengembangkan tools, fitur, hingga kebijakan baru untuk remaja dan keluarga.

    Gubernur Arkansas Sarah Huckabee Sanders mengatakan gugatan itu sebagai gambaran status quo yang gagal. Dia mendorong harus ada tanggung jawab para raksasa teknologi karena menciptakan platform yang adiktif.

    “Kita harus meminta pertanggungjawaban perusahaan teknologi besar karena mendorong platform adiktif pada anak-anak kita dan mengekspos mereka ke dunia konten yang tidak pantas dan merusak,” jelas Sanders.

    Sementara TikTtok dan ByteDance dituntut terkait privasi dan keamanan. Termasuk potensi risiko pemerintah China dapat mengakses platform.

    Baik TikTok dan ByteDance tidak segera menanggapi permintaan berkomentar.



    Innovation Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.