Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Info A1, Korea Utara Cuci Uang Lewat Kripto
    Insight News

    Info A1, Korea Utara Cuci Uang Lewat Kripto

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa29 Maret 2023Updated:30 Maret 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Tim peretas Korea Utara dilaporkan melakukan pencucian uang lewat penambangan kripto berbasis cloud. Hal ini disampaikan firma keamanan siber milik Google, Mandiant.

    Perlu diketahui, layanan penambangan kripto berbasis cloud memungkinkan pengguna menyewa sistem komputer orang lain. Selanjutnya, sumber daya sistem tersebut digunakan untuk menambang kripto.

    Tujuannya demi efisiensi. Para penambang kripto tak perlu memiliki sumber daya sendiri yang mahal. Mereka cukup mencomot sumber daya orang lain.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Grup peretas Korea Utara yang dinamai ‘APT43’ telah diselidiki sejak 2018 lalu oleh Mandiant. Menurut laporannya, APT43 bekerja untuk mendukung pemerintah Korea Utara.

    “Mereka mengumpulkan intelijen strategis,” kata perwakilan Mandiant, dikutip dari Decrypt, Rabu (29/3/2023).

    “Grup peretas ini melakukan pencucian uang lewat kripto untuk membeli infrastruktur operasional yang berguna untuk pemerintah Korea Utara,” ia menambahkan.

    Peretas Korea Utara sudah lama bergerilya di sektor mata uang kripto. Mereka meretas protokol, mencuri aset digital, atau memanfaatkan aplikasi khusus untuk menyamarkan kejahatan.

    Dalam 5 tahun terakhir, APT43 dilaporkan sudah mencuri setidaknya US$ 1,2 miliar (Rp 18 trilun). Beberapa modus penyamaran mereka adalah bertingkah sebagai firma modal ventura dan investor yang menggelontorkan dana ke startup kripto.

    Tahun lalu, Departemen Keuangan AS menghukum aplikasi kripto Tornado Cash karena terbukti digunakan peretas Korea utara untuk mencuci uang.

    Grup Lazarus dari Korea Utara menggunakan Tornado Cash untuk mencuci uang lebih dari US$ 96 juta (Rp 1,4 triliun) setelah meretas protokol blockchain Harmony Bridge.


    Innovation Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.