Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Banyak Driver Ojol Mau Jadi Pegawai Tetap, Gojek Buka Suara
    Insight News

    Banyak Driver Ojol Mau Jadi Pegawai Tetap, Gojek Buka Suara

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa29 Maret 2023Updated:29 Maret 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – GoTo, induk perusahaan Gojek, ikut mengomentari penelitian terkait adanya driver ojek online (ojol) yang ingin menjadi pegawai. Diketahui, status para driver saat ini adalah ‘mitra’, bukan karyawan.

    Menurut Komisaris GoTo, Agus Martowardojo, hal itu wajar. Ia mencontohkan, banyak pula pegawai GoTo yang sejatinya ingin jadi mitra.

    “Sangat mungkin, banyak juga yang sekarang jadi pegawai ingin jadi enterpreneur dan mulai buka di Tokopedia,” kata Agus dalam Konferensi Pers Peluncuran Riset LPEM UI: Dampak Ekonomi Ekosistem GoTo Pada Perekonomian Nasional di Tahun 2022, di Jakarta, Rabu (29/3/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Kalau kita punya 2,5 juta mitra driver, memang mungkin ada kesempatan bisa bekerja tetap sebagai pegawai mungkin mereka mau. Kalau belum ada, tidak menutup kemungkinan mereka untuk mendapatkan penghasilan produktif,” tambah Agus.

    Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama GoTo, Andre Soelistyo menjelaskan sekitar 50% pengemudi aktif Gojek merupakan part timer. Bukan hanya pegawai, tapi juga mahasiswa yang juga mencari uang tambahan membiayai kuliah dengan menjadi merchant atau pengemudi.

    Dia menjelaskan kesempatan kerja tambahan pasti diambil jika bisa menambahkan pendapatan. Jadi tidak bisa dilihat dari kacamata sebagai pegawai tetap atau tidak.

    “Bahwa kalau ada kesempatan kerja tambahan menambahkan income semua ingin melakukan. Apalagi memang kami lihat, semua mitra tekadnya kuat untuk maju. Jadi kalau dilihat black and white tetap atau tidak tetap itu kalau kita membicarakan seperti itu konsekuensi terhadap kesempatan kerja tidak dilihat secara menyeluruh,” jelasnya.

    Survei tersebut berasal dari penelitian Mahasiswa Doktoral London School Economic (LSE) Muhammad Yorga Permana. Dia melakukan penelitian pada hampir 1.000 pengemudi ojol di Jakarta.

    Hasilnya dua pertiga dari peserta survei, jika bisa memilih, ingin memilih sebagai pegawai dibandingkan harus menjadi driver ojol.

    “Dua pertiga dari mereka mengungkapkan jika mereka bisa memilih, lebih memilih pekerjaan tradisional [jam kerja] 9 sampai 5 daripada bekerja sebagai pengemudi transportasi online,” tulis penelitian tersebut dikutip dari laman resmi LSE.



    Hitech for better life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.