Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ogah Bayar Twitter Blue, Siap-siap Terima Risikonya
    Insight News

    Ogah Bayar Twitter Blue, Siap-siap Terima Risikonya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa28 Maret 2023Updated:29 Maret 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Bisnis Twitter sedang terseok-seok. PHK massal sudah beberapa kali dilakukan sejak Elon Musk membeli layanan media sosial tersebut pada Oktober 2022 lalu.

    Berita terbaru, memo internal Musk ke pegawai menunjukkan bahwa valuasi Twitter turun lebih dari 50% dari US$ 44 miliar ke US$ 20 miliar dalam 5 bulan terakhir.

    Hal ini agaknya mendorong Musk untuk bergegas mengubah strategi bisnis yang lebih profit oriented melalui layanan berbayar Twitter Blue. Bahkan, Musk seakan memaksa semua pengguna untuk membayar langganan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Pasalnya, banyak fitur-fitur yang sebelumnya bisa dinikmati gratis nantinya cuma akan tersedia bagi pemegang akun Twitter Blue. Salah satunya adalah centang biru.

    Dulunya, centang biru untuk menunjukkan akun terverifikasi bisa didapat oleh tokoh, brand, dan organisasi, secara gratis. Mulai awal April mendatang, semua akun centang biru gratis akan dihapus dan cuma pelanggan Twitter Blue yang bisa meraihnya.

    Selain itu, fitur polling juga nantinya cuma bisa dinikmati oleh pengguna terverifikasi, alias menjadi pelanggan Twitter Blue, dikutip dari Reuters, Selasa (28/3/2023).

    Kebijakan ini akan berlaku mulai 15 April mendatang. Hal ini disampaikan langsung oleh Musk di akun Twitter personalnya.

    Terakhir, cuma akun terverifikasi juga yang bisa muncul di laman For You (FY). Laman tersebut baru diluncurkan beberapa saat lalu yang esensinya mirip FYP Tiktok.

    Bagi brand atau organisasi, fitur ini akan menjadi sangat penting karena tingkat reach-nya bisa menjangkau target yang spesifik.

    Berdasarkan dari strategi Twitter Blue, agaknya Musk lebih dulu ingin meraup pemasukan dari akun brand yang memanfaatkan platform berlogo burung untuk promosi produk dan jasa. Selanjutnya, tentu pengguna pada umumnya juga diharapkan bisa mendorong bisnis Twitter lewat layanan berbayar tersebut.


    Hitech for better life Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.