Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Mantan Bos Twitter Dituduh Penipu, Ada Apa?
    Insight News

    Mantan Bos Twitter Dituduh Penipu, Ada Apa?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa24 Maret 2023Updated:26 Maret 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Perusahaan layanan keuangan milik mantan bos Twitter Jack Dorsey, Block (dulu Square), dituding menipu. Dalam laporan dari firma Hidenburg Research, Block disebut telah melebihkan jumlah dan mengecilkan biaya akuisisi pengguna.

    Laporan selama 2 tahun itu mengutip sejumlah mantan karyawan Block yang mengatakan 40%-70% akun yang ditinjau adalah palsu. Selain itu, kebanyakan akun juga dimiliki 1 pengguna yang membuat akun dobel.

    “Investigasi dua tahun kami menyimpulkan Block secara sistematis mengambil keuntungan dari demografi yang diklaimnya membantu,” ungkap Hindenburg, dikutip dari Reuters, Jumat (24/3/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Selain itu, Hindenburg mengatakan Block juga telah ‘mengaburkan’ sejumlah individu pada platform Cash App. Yakni dengan melaporkan ‘metrik aktif transaksi yang menyesatkan dan diisi dengan akun palsu maupun duplikat’.

    Sebagai informasi, Cash App merupakan aplikasi yang bisa membuat pengguna mengirimkan uang. Perusahaan menyebut aplikasi sebagai alternatif layanan perbankan tradisional.

    Block dalam pendapatan kuartal keempat 2022 menyebutkan Cash App mencatatkan 51 juta transaksi aktif bulanan. Jumlahnya meningkat 16% dibandingkan periode tahun sebelumnya.

    Pihak Block juga telah buka suara terkait laporan itu. Menurut perusahaan pembayaran tersebut, laporan Hidenburg tidak akurat dan menyesatkan, serta dirancang untuk menipu dan membingungkan investor.

    “Hindenburg dikenal dengan jenis serangan, yang didesain untuk memungkinkan penjualan pendek pada keuntungan dari penurunan harga saham,” jelas Block. Mereka juga menambahkan akan bekerja sama dengan pihak komisi sekuritas dan bursa Amerika Serikat (AS).

    Dorsey ikut mendirikan Block yang sebelumnya bernama Square pada 2009 di San Fransisco. Baru dua tahun lalu, dia berfokus pada perusahaan ini setelah keluar dari Twitter, raksasa media sosial yang juga dia didirikan.

    Block telah mengakuisisi platform pay later, Afterpay, dan juga Tidal yang merupakan layanan streaming musik milik musisi Jay-Z.


    High Technology Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.