Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»TikTok Diblokir, Google-Facebook Cs Pesta Pora!
    Insight News

    TikTok Diblokir, Google-Facebook Cs Pesta Pora!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa24 Maret 2023Updated:24 Maret 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – TikTok tengah menghadapi ancaman blokir di beberapa negara. Dipelopori Amerika Serikat (AS), belakangan Inggris, Kanada, dan Selandia Baru juga berencana memblokir media sosial tersebut.

    CEO TikTok, Shou Zi Chew akhirnya dipanggil untuk memberikan testimoni di depan Kongres AS. Ia menegaskan bahwa TikTok bukan antek China.

    Jika pemblokiran TikTok secara nasional diresmikan di AS, maka Meta, YouTube, dan Snap akan jadi pihak yang paling diuntungkan. Setidaknya begitu menurut firma riset Bernstein.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Masyarakat akan beralih ke platform yang biasa mereka gunakan. Apalagi, Instagram dan YouTube memiliki fitur yang sama persis dengan TikTok, yakni Reels dan Shorts. Begitu juga Snap yang memiliki Spotlight,” begitu tertera pada laporan Bernstein, dikutip dari TechCrunch, Jumat (24/3/2023).

    Lebih lanjut, firma itu mengatakan ketiadaan TikTok diprediksi menyumbang ke peningkatan pendapatan Meta, Google, dan Snap. Pendapatan TikTok di AS tahun ini diprediksi berkisar US$ 7-8 miliar (Rp 106-121 triliun).

    Jika ceruk pendapatan itu didistribusikan ke layanan-layanan Meta (Instagram, Facebook), Alphabet (YouTube), dan Snap (Snapchat), maka para raksasa teknologi tentu bisa ‘berpesta pora’.

    Ini merupakan angin segar di tengah anjloknya bisnis raksasa teknologi tersebut yang berujung PHK massal.

    “Duit iklan akan jatuh ke tangan raksasa teknologi lain. Dalam hal ini, Meta tampaknya akan menjadi pemenang karena ekosistem iklannya yang sudah lama berkuasa. Sementara itu, YouTube akan kembali menggaet pemasukan dari kampanye brand,” laporan itu menjelaskan.

    “YouTube sebelumnya juga merupakan salah satu pendonor iklan ke TikTok selama ini. Dengan diblokirnya TikTok, pendapatan itu akan kembali ke YouTube,” laporan menambahkan.

    Pekan ini, Chew mengatakan TikTok memiliki lebih dari 150 juta pengguna di AS. Bernstein memprediksi pengguna itu menghabiskan 1,8 triliun menit per tahun secara rata-rata di aplikasi tersebut.

    Ini menjadikan TikTok sebagai juara dua, setelah Netflix, dengan durasi kunjungan pengguna terlama di AS.

    Perhatian warganet yang besar untuk melihat dan membuat konten di TikTok diramalkan akan berpindah ke tangan Google dan Meta ketika platform itu resmi diblokir.



    Hitech for better life Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.