Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Alasan Mobil Listrik Tesla Tetap Ga Laku Walau Sudah Diobral
    Insight News

    Alasan Mobil Listrik Tesla Tetap Ga Laku Walau Sudah Diobral

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa20 Maret 2023Updated:20 Maret 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Produk Tesla dilaporkan masih tetap tidak laku di pasaran. Pabrikan mobil listrik milik Elon Musk tersebut padahal sudah sampai beberapa kali mengobral harga jual.

    Tesla melakukan pemangkasan harga terjadi di China. Selama berbulan-bulan keputusan itu diambil sebagai langkah strategis untuk membantu Tesla menopang permintaan di tengah meningkatnya persaingan.

    Namun setelah melakukannya, pemotongan harga yang terakhir kali tak mendapat respons terbaik dari pembeli. Hal ini dikonfirmasi oleh analis mobil dari Morgan Stanley, Adam Jonas.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Tidak seperti pemotongan sebelumnya yang memicu respons permintaan yang kuat, putaran kali ini tak berdampak besar pada penjualan. Konsumen sepertinya menunggu potongan lebih lanjut,” kata Jonas, dikutip dari Business Insider, Senin (20/3/2023).

    Diskon ini juga membuat pembeli awal mobil Tesla geram. Pasalnya mobil yang mereka beli dengan harga tinggi kini diobral dengan lebih murah beberapa minggu atau bulan berikutnya. Mereka menuntut Tesla untuk mengembalikan uang sesuai selisih harga tersebut.

    Morgan Stanley memperkirakan, pasar mobil China menyumbang 30%-40% profitabilitas Tesla. BYD yang menjadi pesaingnya juga melakukan langkah serupa memberikan diskon pada sejumlah produknya.

    Namun reaksi yang mulai dingin di konsumen menjadi klimaks lain dari aksi adu banting harga antara produsen mobil listrik.

    “Pasar akan fokus pada apakah perang harga tanpa henti di pasar mobil China dapat berhenti setidaknya pada bulan April, dengan lebih banyak peluncuran kendaraan baru dan lebih sedikit risiko persediaan model lama,” ujar para analis.

    Perang harga juga terjadi di Amerika Serikat (AS). Tesla memangkas harga Model 3 dan SUV Model Y mencapai 20%.

    Pemotongan harga jual mengikuti tahun 2022, yang saat itu sangat sulit untuk Tesla memenuhi dari ekspektasi Wall Street.



    High Technology Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.