Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Banyak Orang Kena GERD Setelah Covid, Ini Penyebabnya
    Insight News

    Banyak Orang Kena GERD Setelah Covid, Ini Penyebabnya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa9 Maret 2023Updated:9 Maret 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Covid-19 bisa menimbulkan efek jangka panjang bagi penderitanya, salah satunya di bagian sistem pencernaan. Menurut penelitian, efek Covid-19 membuat sembelit dan diare hingga GERD, gangguan pankreas, dan radang saluran empedu.

    Studi ini mungkin mengonfirmasi apa yang sudah lama diketahui oleh banyak pasien Covid-19, Tetapi, analisis terbaru yang digunakan diklaim paling komprehensif untuk mengevaluasi peningkatan risiko relatif dan absolut, dengan mengambil catatan medis dari lebih dari 11.652.484 orang di database Department of Veterans Affairs AS.

    Studi ini dipimpin oleh ahli epidemiologi klinis Ziyad Al-Aly di VA Saint Louis Health Care System. Bersama rekan-rekannya, Al-Aly memeriksa rekam medis lebih dari 154.000 orang yang mengidap Covid-19 antara Maret 2020 dan Januari 2021.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Para peneliti kemudian membandingkan tingkat masalah pencernaan para penyintas Covid di tahun setelah mereka terinfeksi.

    Dikutip dari Arstechnica, Kamis (9/3/2023), para peneliti menemukan peningkatan risiko relatif dan risiko absolut dalam bentuk kelebihan beban penyakit per 1.000 orang, dalam serangkaian kondisi dan gejala gastrointestinal yang telah teridentifikasi sebelumnya.

    Para penyintas memiliki risiko 35 persen lebih tinggi untuk terjangkit GERD (gastroesophageal reflux disease), dengan beban berlebih 15,5 kasus ekstra per 1.000 dibandingkan dengan kelompok kontrol. Risiko radang saluran empedu (kolangitis) berlipat ganda, namun masih jarang, dengan kelebihan beban hanya 0,22 kasus.

    Selain itu, para penyintas juga memiliki risiko penyakit tukak lambung 62 lebih tinggi, dengan beban berlebih 1,57 kasus, dan risiko sindrom iritasi usus besar 54 persen lebih tinggi, dengan beban berlebih 0,44 kasus.

    Secara keseluruhan, penyintas Covid-19 memiliki risiko 37 persen lebih tinggi untuk mengalami kondisi pada sistem pencernaan apa pun, dengan beban berlebih sebanyak 17,37 kasus.

    Para peneliti tidak melihat ada kondisi kesehatan mendasar yang mungkin menyebabkan risiko GERD setelah terinfeksi Covid-19. Namun, mereka mencatat bahwa makin parah gejala Covid-19 yang dialami, maka makin besar kemungkinan akan terkena efek jangka panjang seperti GERD.

    Tidak jelas pula apa penyebab pastinya GERD dapat muncul setelah seseorang terkena Covid-19. Namun, hipotesis para peneliti adalah kemungkinan ada virus yang menetap di beberapa area tubuh penderita.

    Bisa juga virus Covid-19 memicu gangguan pada mikrobioma usus, cedera jaringan, mekanisme autoimun, atau peradangan kronis. Dibutuhkan penelitian lebih dalam untuk mengonfirmasi hipotesis tersebut.



    High Technology Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.