Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Penampakan Bumi Terbelah, Afrika Pecah Jadi 2 Benua?
    Insight News

    Penampakan Bumi Terbelah, Afrika Pecah Jadi 2 Benua?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa8 Maret 2023Updated:8 Maret 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Afrika pelan-pelan terbelah menjadi 2 benua baru. Namun seperti dalam pelajaran geologi, proses seperti ini akan memakan waktu yang sangat panjang hingga jutaan tahun.

    Namun pada waktunya akan terlihat bagian Afrika Timur dari seluruh benua, yang kemungkinan mengakibatkan lautan baru yang timbul antara dua massa darat, demikian dikutip dari iflscience, Rabu (8/3/2023).

    Terpisahnya kolosal dikaitkan dengan Sistem Rift Afrika Timur (EARS), salah satu keretakan terbesar di dunia yang membentang ke bawah selama ribuan kilometer melalui beberapa negara di Afrika, termasuk Ethiopia, Kenya, Republik Demokratik Kongo, Uganda, Rwanda, Burundi, Zambia, Tanzania, Malawi, dan Mozambik.

    Sistem Rift ini membuat Afrika terpecah menjadi dua pelat Somalia yang lebih kecil dan pelat Nubia yang lebih besar, yang menarik satu sama lain dengan laju milimeter super siput-swan per tahun, menurut sebuah studi tahun 2004.

    Kembali pada tahun 2018, berita tentang crack yang muncul di Kenya menjadi viral dengan banyak yang mengklaim bahwa ini adalah bukti Afrika terbelah.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Seperti yang dilaporkan Iflscience pada saat itu, ini kemungkinan hanya kejadian yang sangat terlokalisasi dari aktivitas rifting rutin lembah. EARS telah terbentuk saat ini setidaknya selama sekitar 25 juta tahun yang lalu dan celah di Kenya adalah ‘bisikan’ tidak langsung dari apa yang terjadi di benua itu.

    Namun, dalam 5 juta hingga 10 juta tahun lagi, perubahan di EARS dapat mengubah dunia. Di sekitar jangka waktu ini, akan terlihat bentuk laut baru antara lempeng Somalia dan Nubian. Benua besar Afrika akan kehilangan bagian timurnya dan laut yang luas akan memotong Afrika Timur.

    Anehnya perlu diingat bahwa permukaan bumi berada dalam keadaan fluks yang konstan, sangat lambat sehingga pengalaman manusia tidak dapat menjelaskannya.



    Smart your life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.