Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Kebisingan di Tempat Kerja Bisa Picu Tuli? Begini Kata Dokter
    Inspiring You

    Kebisingan di Tempat Kerja Bisa Picu Tuli? Begini Kata Dokter

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman3 Maret 2023Updated:4 Maret 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Gangguan pendengaran adalah kondisi atau penyakit yang mengakibatkan terjadinya gangguan pada proses mendengar. Penyebab utama gangguan pendengaran adalah tuli kongenital, infeksi telinga, tuli akibat bising, tuli akibat faktor usia, dan tuli akibat kotoran telinga.

    Kebisingan di tempat kerja adalah salah satu penyebab gangguan pendengaran. Perwakilan dokter dari Perhimpunan Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia (Perdoki), dr. F. Handoyo, MPH Sp.OK menjelaskan, kebisingan di tempat kerja dapat menyebabkan gangguan kesehatan bila kebisingan melampaui 85 desibel selama 8 jam terus-menerus setiap hari.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Kebisingan tersebut dapat berasal dari mesin, peralatan kendaraan, dan proses industri.

    “Gangguan pendengaran akibat bising, yaitu ketulian bersifat sementara atau permanen. Jadi, tidak langsung tuli, tetapi bertahap, pelan-pelan pendengarannya menurun dan bisa pulih lagi. Namun, jika tidak diatasi segera dapat mengakibatkan ketulian permanen,” ungkap dr. Handoyo dalam konferensi pers Hari Pendengaran Sedunia, Rabu (1/3/2023) di Jakarta.

    Handoyo mengatakan, pencegahan gangguan pendengaran di tempat kerja dapat dilakukan pencegahan primer dan sekunder. Lebih lanjut dijelaskan pencegahan primer dilakukan dengan pemeriksaan kesehatan termasuk kesehatan pendengaran calon karyawan. Selanjutnya dilakukan pencegahan sekunder dengan pemeriksaan kesehatan tahunan.

    Ketua Umum Perhati-KL Indonesia, dr. Yussy Afriani Dewi mengatakan bahwa 60% gangguan pendengaran yang disebabkan oleh sesuatu bisa dicegah.

    “Pencegahan dilakukan dengan identifikasi sedini mungkin pada berbagai kelompok usia,” ujar dr. Yussy dalam kesempatan yang sama.

    Yussy mengatakan, deteksi dini pendengaran yang paling pertama adalah skrining pada bayi baru lahir dan Balita. Kemudian, skrining pada anak dan pra usia sekolah, individu yang terpapar bising atau zat kimia terus-menerus, individu yang terpapar obat ototoksik karena beberapa obat dapat menyebabkan gangguan dengar, dan pada usia tua.

    Upaya menjaga kesehatan pendengaran dapat dilakukan dengan deteksi dini adanya gangguan pendengaran, menghindari kebisingan, pola hidup bersih dan sehat yang baik, memperhatikan kebersihan liang telinga, tidak minum obat ototoksik dalam jangka panjang tanpa konsultasi dengan dokter.

    “Hindari membersihkan telinga sendiri, hindari mengkorek-korek telinga, hindari penggunaan earphone dengan volume keras dalam waktu lama,” ucap dr. Yussy.

    Saat ini, Pemerintah Indonesia menargetkan 20% peningkatan layanan skrining pada bayi baru lahir, 20% untuk peningkatan layanan masyarakat dewasa dengan gangguan dengar yang menggunakan alat bantu dengar dan implan, dan menurunkan 20% angka infeksi telinga kronis dan gangguan dengar pada anak sekolah usia lima sampai sembilan tahun pada 2030.


    Artikel Selanjutnya


    Wajib Tahu, Daftar Penyakit yang Tak Dicover BPJS Kesehatan

    (Sumber: CNBC.com )


    Never Give Up Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    Video: Jurus Fintech Tekan Angka Kredit Macet

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.