Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Suara Kim Kardashian Mirip Lumba-lumba, Ini Penelitiannya
    Insight News

    Suara Kim Kardashian Mirip Lumba-lumba, Ini Penelitiannya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa3 Maret 2023Updated:3 Maret 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, CNBC Indonesia – Gaya berbicara Kim Kardashian ternyata mirip dengan lumba-lumba. Cara berbicara yang disebut “vocal fry” tersebut digunakan untuk bernavigasi di laut dalam.

    Kim Kardashian berbicara dengan gaya yang khas “valley girl” merujuk kepada suatu wilayah di negara bagian California, Amerika Serikat. Selain Kim dan anggota keluarga Kardashian lainnya, selebritas lain yang berbicara dengan gaya yang sama adalah Britney Spears dan Paris Hilton.

    Bunyi yang keluar dari mulut mereka disebut sebagai vokal goreng, yaitu suara “berderit” dengan intonasi di frekuensi yang sangat rendah.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Vokal goreng adalah register suara yang normal dan sering digunakan oleh penutur bahasa Inggris Amerika,” kata Coen Elemans, profesor di bidang komunikasi dan perilaku suara di Universitas Southern Sweden seperti dikutip dari Science Alerts, Jumat (3/3/2023).

    Manusia, menurutnya, memiliki tiga register suara. Suara memekik di frekuensi tinggi atau falsetto, suara normal, dan suara yang berasal dari rongga dada termasuk vokal goreng.

    Suara berderit Kim Kardashian, yang menyerupai engsel pintu yang macet tersebut, boleh saja dibenci oleh sebagian orang. Namun ternyata, jenis suara vokal goreng tersebut sangat berguna oleh mamalia jenis paus bergigi seperti lumba-lumba, orca, can paus sperma.

    Para mamalia laut tersebut menggunakan suara berderit untuk membantu mereka berburu di laut dalam. Suara tersebut diciptakan menggunakan bibir yang tersembunyi di hidung mereka.

    Berbeda dengan suara berdecit yang terdengar oleh manusia, suara vokal seret adalah instrumen penting dalam echolocation.

    Jenis suara ini juga digunakan di wilayah laut yang sangat dalam. Paus sperma, misalnya, bisa menyelam hingga 3 kilometer di bawah permukaan laut. Di kedalaman tersebut, tekanan air sangat kuat sehingga udara di dalam tubuh terkompresi.

    “Udara yang tersedia di kedalaman tersebut kurang dari 1 persen dari volume udara di permukaan,” kata Peter Teglberg dari Aarhus University.

    Agar bisa bertahan menyelam di kedalaman tersebut, paus mengarahkan udara tersebut langsung ke otot dan mengosongkan paru-paru mereka untuk menghindari “mabuk kedalaman”.

    Permasalahannya, udara di dalam paru-paru, bagaimana cara paus menghasilkan suara yang dibutuhkan untuk sonar?

    Ternyata, para paus bergigi tersebut menyimpan sebagian udara ke sebuah kantong di hidung mereka yang disebut sebagai “kantong nasofaring”

    Mereka tidak membutuhkan udara di paru-paru, bahkan tidak perlu menggunakan pita suara, untuk menghasilkan bunyi klik yang berfungsi sebagai sonar.

    Suara tersebut dihasilkan saat udara keluar melalui membran di “kantong nasofaring” yang disebut sebagai “bibir suara”. Benturan antar-bibir suara mengeluarkan suara yang sangat keras.

    “Seperti balon. Jika Anda meniup balon kemudian mengikat lubangnya, akan ada suara berderit,” kata Teglberg.

    Suara Kim Kardashian, ternyata sangat penting dalam proses evolusi paus bergigi. “Meskipun vokal seret masih merupakan kontroversi di manusia, dinilai mengganggu hingga otoriter, di paus bergigi, ini adalah kisah kesuksesan mereka dalam evolusi,” kata Elemans.


    Insight for you Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.