Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»FB-IG-Twitter Digabung Masih Kalah Sama TikTok, Cek Datanya!
    Insight News

    FB-IG-Twitter Digabung Masih Kalah Sama TikTok, Cek Datanya!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 Maret 2023Updated:3 Maret 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Pada 2020 lalu, Apple memperkenalkan fitur ‘App Tracking Transparency’ (ATT). Fitur itu memberikan kontrol penuh ke pengguna atas data pribadi mereka.

    Pengguna bisa memilih untuk mengizinkan atau melarang data mereka diberikan ke pihak ketiga demi kepentingan iklan. Alhasil, Facebook, Instagram, dkk, makin sulit menyebar iklan personal (targeted ads).

    Lantas, penyedia platform mulai membidik strategi pemasukan baru melalui mekanisme berbayar (in-app purchase/IAP). Twitter melalui ‘Twitter Blue’, sementara Instagram dan Facebook melalui ‘Meta Verified’.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Meski respons masyarakat cukup baik terhadap inisiatif IAP Instagram dkk, namun agaknya TikTok jauh lebih unggul. Raksasa teknologi China itu gesit menggencarkan fitur live shopping dan promosi event berbayar di platformnya.

    Facebook-Instagram-Twitter Minggir, TikTok Jadi Raja Aplikasi

    Menurut data terbaru dari firma Apptopia, TikTok sudah menghimpun pendapatan sebesar US$ 205 juta (Rp 3,1 triliun) sejauh ini di 2023, dikutip dari Forbes, Kamis (2/3/2023).

    “Pendapatan Twitter jauh lebih tinggi ketimbang kombinasi pendapatan IAP dari Instagram, Facebook, Twitter, dan Snapchat,” kata Adam Blacker, Vice President Apptopia.

    Facebook mengumpulkan US$ 56 juta dari IAP, sementara Instagram dan Twitter masing-masing US$$ 1 juta dan US$ 900.000.

    Menurut Blacker, keunggulan TikTok dikarenakan platform itu sudah lebih dulu menerapkan sistem IAP, ketimbang bergantung sepenuhnya pada iklan.

    Pada Q4 2020, pendapatan IAP TikTok tembus US$ 150 juta, lantas melambung jadi US$ 350 juta di kuartal yang sama pada 2022 lalu.

    “TikTok memiliki IAP sejak awal. IAP totalnya pada tahun lalu mencapai US$ 1,5 miliar,” ujar Blacker.

    Menurut Blacker, peluang monetisasi lewat IAP yang dimulai TikTok akan menjadi pelajaran berharga bagi Facebook dkk. Peluang pendapatan itu bisa diambil tanpa harus mengambil data pribadi pengguna dan menyerahkannya ke pengiklan.



    Innovation Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.