Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Berapa Umur Bumi? Ahli Cari Jawabannya di Bulan
    Insight News

    Berapa Umur Bumi? Ahli Cari Jawabannya di Bulan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa1 Maret 2023Updated:1 Maret 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Usia Bumi masih menjadi misteri hingga sekarang. Perkiraan sebelumnya menyebut planet ini berumur 4,5 miliar tahun.

    Namun, setelah diteliti lebih dalam, usia Bumi kemungkinan berbeda. Hal ini disampaikan Profesor Geologi dari Departemen Ilmu Atmosfer Universitas Houston, Thomas Lapen.

    “Ketika manusia lahir, durasinya berlangsung cepat. Namun, formasi planet membutuhkan proses hingga jutaan tahun,” ia menjelaskan, dikutip dari Popsci, Rabu (1/3/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Ia mengatakan, para ilmuwan harus menentukan pada tahapan apa dalam rangkaian proses pembentukan Bumi yang bisa ditetapkan sebagai waktu kelahirannya.

    Sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu, gas dan debu berputar dalam orbit yang mengelilingi matahari. Pada jutaan tahun pertama pembetukan sistem tata surya, banyak partikel yang akhirnya menyatu menjadi asteroid.

    Selanjutnya, asteroid akan berkumpul dengan partikel lain dan berubah bentuk menjadi 3 lapisa utama. Masing-masing adalah lapisan inti, mantel dan kerak.

    Ketiga komponen ini yang menciptakan Bumi dan planet terestrial lainnya.Menurut beberapa ahli, ketika tiga komponen itu terbentuk pada Bumi, maka itulah yang menjadi waktu lahirnya.

    Bulan menentukan usia Bumi

    Namun, menurut Lapen, pembentukan tiga komponen itu hanyalah konsep bumi. Kelahiran bumi muncul setelahnya, ketika bencana alam terjadi dan membentuk bulan sebagai satelitnya.

    “Dalam logika saya, bumi bukanlah bumi yang kita ketahui saat ini sebelum terjadi pembentukan bulan,” ia menjelaskan.

    Salah satu cara yang bisa dicoba untuk mengetahui usia pembentukan bulan adalah meneliti batu tertua di satelit itu. Batu di bulan bisa lebih awet dan terawat ketimbang batu di Bumi, sebab tak melalui proses lempeng tektonik yang menyebabkan partikel meleleh dan mengalami perubahan permukaan.

    Dalam misi Apollo 14, setelah dikalkulasi dan dikoreksi, ilmuwan mengatakan bulan terbentuk sekitar 4,51 miliar tahun lalu. Namun, ada periode waktu antara partikel bertabrakan, menyatu, mendingin, dan berubah bentuk.

    Lapen mengatakan masih ada jeda waktu tak pasti selama 50 juta tahun. “Memastikan tanggal pasti untuk pembentukan bulan sangat menantan,” ujarnya.

    Dalam skala waktu manusia, ketidakpastian 50 juta tahun itu memang sangat besar. Namun, dalam skala waktu planet, perbedaan miliaran tahun sebenarnya masih wajar.

    Kendati begitu, para ilmuwan masih belum selesai. Lapen optimis masih banyak kesempatan untuk menemukan pengukuran usia bumi yang lebih akurat.


    Insight for you Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.