Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Apple Didenda Rusia Rp 183 Miliar, Ini Penyebabnya
    Insight News

    Apple Didenda Rusia Rp 183 Miliar, Ini Penyebabnya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa28 Februari 2023Updated:28 Februari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Pada 2020 lalu, Lembaga Anti Monopoli (FAS) Rusia melayangkan gugatan ke Apple. Raksasa Cupertino tersebut dianggap menyalahgunakan dominasinya sebagai penyedia aplikasi mobile.

    Pasalnya, Apple dikatakan tak transparan dan kerap menolak aplikasi pihak ketiga untuk mendistribusikan layanan di sistem operasi iOS melalui toko aplikasi App Store.

    Setelah 3 tahun bergulir, Apple akhirnya dinyatakan kalah. Perusahaan yang didirikan Steve Jobs itu terpaksa harus membayar denda sebesar 906 juta rubel atau setara Rp 183 miliar, dikutip dari Reuters, Selasa (28/2/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Apple telah membayar 906 juta rubel untuk denda antitrust,” kata juru bicara FAS.

    FAS mengatakan Apple telah beberapa kali mengajukan banding, namun tak berhasil. Pada akhirnya, Apple harus mematuhi keputusan untuk membayar denda.

    Kasus ini berawal dari keluhan yang diajukan perusahaan keamanan asal Rusia, Kapersky Lab. Pihaknya mengatakan Apple menolak aplikasi ‘Safe Kids’ yang dirancang untuk melindungi anak dari kejahatan siber.

    Sejak tahun lalu ketika invasi Rusia ke Ukraina pecah, Apple menangguhkan penjualan semua produknya di Rusia. Selain itu, layanan pembayaran Apple Pay juga dibatasi di negara tersebut.

    Diketahui, sistem operasi iOS memang terkenal bersifat tertutup, tak seperti Android yang open source. Kebijakan ini diberlakukan Apple dengan dalih keamanan pengguna.

    Jika ingin mempublikasikan aplikasi di iOS, pengembang harus menggunakan tool khusus dari Apple. Selain itu, ada persenan biaya (fee) yang akan dipotong Apple untuk tiap pemasukan dari aplikasi berbayar.

    Banyak pengembang yang memprotes kebijakan ini karena dianggap sebagai tindakan monopoli. Apple belum berkomentar soal kekalahannya di persidangan.



    High Technology Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.