Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»AI Picu Perang Nuklir Baru, 60 Negara Was-was
    Insight News

    AI Picu Perang Nuklir Baru, 60 Negara Was-was

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa24 Februari 2023Updated:26 Februari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Sekitar 60 negara sedang was-was. Pasalnya mereka takut perang nuklir yang bisa pecah dan itu semua karena keberadaan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

    AI memang tengah jadi perbincangan belakangan ini, setelah chatbot ChatGPT populerdi tengah masyarakat.

    Namun, AI juga ternyata bisa digunakan dalam medan perang. Untuk mencegah terjadi hal yang tidak diinginkan, KTT pertama soal Kecerdasan Bertanggung Jawab di Domain Militer (REAIM) mencoba mencari solusi.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Pertemuan ituĀ bertujuan agar negara-negara berjanji menempatkan penggunaan AI pada bertanggung jawab untuk agenda politik.

    Seluruh negara peserta berjanji akan berkomitmen mengembangkan dan menggunakan AI di bidang militer sesuai kewajiban hukum internasional. Termasuk tidak merusaknya dalam keamanan, stabilitas dan akuntabilitas internasional.

    “Kami mengundang semua negara untuk bergabung dengan kami dalam menerapkan norma-norma internasional, karena berkaitan dengan pengembangan militer dan penggunaan AI dan senjata otonom,” kata Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Pengendalian Senjata, Bonnie Jenkins, dikutip dari Techspot, Jumat (24/2/2023).

    “Kami ingin menekankan bahwa kami terbuka untuk terlibat dengan negara manapun yang tertarik untuk bergabung dengan kami”.

    Satu hal yang juga disepakati adalah terkait penggunaan AI di militer, konsekuensi yang tidak diinginkan, risiko eskalasi dan cara manusia terlibat pada pengambilan keputusan.

    Salah satu yang dikhwatirkan adalah dorongan Inia pada sistem militer AI bisa menyebabkan perang nuklir dengan Pakistan lewat peningkatan risiko serangan pre-emptive.

    Negara peserta juga menyinggung soal manfaat penggunaan AI saat ada konflik. Salah satunya di Ukraina, saat mesin pembelajaran dan teknologi lain digunakan dalam rangka menangkis agresor yang lebih besar dan kuat.

    “Bayangkan sebuah rudal menghantam gedung apartemen,” kata wakil perdana menteri Belanda Wopke Hoekstra. “Dalam sepersekian detik, AI dapat mendeteksi dampaknya dan menunjukkan di mana orang-orang yang selamat berada. Yang lebih mengesankan lagi, AI dapat mencegat misil tersebut sejak awal. Namun AI juga memiliki potensi untuk menghancurkan dalam hitungan detik.”



    Hitech for better life Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.