Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bumi Terbelah Gempa Turki, Gedung Bergeser Menjauh
    Insight News

    Bumi Terbelah Gempa Turki, Gedung Bergeser Menjauh

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa24 Februari 2023Updated:25 Februari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Gempa Turki pada awal Februari ini membuat tanah bergerak dan menghasilkan celah cukup besar. Ini menghasilkan dua retakan dan membentang hingga ratusan kilometer.

    Bahkan, bencana tersebut berdampak pada bangunan di atasnya. Gempa di Turki dan Suriah Utara memiliki kekuatan M 7,8. Gempa susulan juga terjadi berikutnya pada tanggal 6 Februari 2023.

    Pusat Pengamatan & Pemodelan Gempa Bumi, Gunung Berapi & Tektonik Inggris (COMET) membuat pemetaan hasil gerakan tanah setelah gempa terjadi.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Berdasarkan analisis para ilmuwan USGS, tanah bergerak hingga 7 meter dari titik awalnya, dikutip dari Reuters (24/2/2023).

    Retakan itu juga lebih besar di bagian selatan. Lokasinya sekitar 150 km dari pusat gempa M 7,8 di desa Tepehan, Hatay.

    Dari sebuah rekaman drone pada 10 Februari 2023, terlihat jelas ada celah pada sebuah kebun zaitun. Retakan utama juga berdampak pada banyak pemukiman yang berada di atas retakan tersebut.

    Reuters mencatat populasi di dekat zona sesar cenderung lebih tinggi. Menurut seismolog Survei Geologi Amerika Serikat, Susan Hough, masyarakat banyak tinggal di zona patahan karena sumber daya yang melimpah di sana.

    “Jika Anda tinggal di sepanjang dasar pegunungan, mungkin ada lebih banyak air di sana,” ungkapnya.

    Namun gempa Turki juga menyebabkan lebih banyak korban jiwa dan bangunan runtuh terjadi jauh dari zona patahan. Menurtu para ahli ini terkait dengan geografi wilayah tersebut.

    Seismolog dari British Geological Survey, Margarita Segou mengatakan lebih aman membangun bangunan pada batu pegunungan dibandingkan di atas tanah lunak. Dia beralasan karena cenderung hal tersebut akan memperkuat gerakan tanah.



    High Technology Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.