Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Elon Musk Bersabda, ChatGPT Baru Versi ‘Jujur’ Nongol
    Insight News

    Elon Musk Bersabda, ChatGPT Baru Versi ‘Jujur’ Nongol

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa21 Februari 2023Updated:21 Februari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Beberapa saat lalu, CEO Twitter, Elon Musk, bercanda di akun personalnya. Ia men-tweet dengan harapan bakal ada platform bernama ‘TruthGPT’.

    Kini platform ‘TruthGPT’ tersebut tiba-tiba nongol. Tweet Musk awalnya untuk menanggapi kehadiran kecerdasan buatan (AI) berbasis teks, ChatGPT, yang diduga menolak untuk menjawab pertanyaan kontroversial.

    Musk menyuarakan kritiknya atas fakta bahwa ChatGPT menyensor topik tertentu yang dianggap sensitif, dan mengisyaratkan bahwa platform chatbot itu memainkan propaganda tertentu.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Ia lalu menyarankan kehadiran AI alternatif yang tidak akan disensor, demikian dikutip dari Finbold (Selasa/21/2/2023).

    Menariknya, pada hari yang sama, halaman Twitter untuk ‘TruthGPT’ diluncurkan, dan tweet pertamanya mengutip pernyataan yang relevan dari CEO Tesla itu.

    Bahkan TruthGPT hadir bersama dengan alamat dan tautan yang mengarah ke akun Telegram dan daftar token di platform perdagangan crypto DEXtools.

    Di akun Telegram, tim di balik TruthGPT sesumbar bahwa misinya adalah membangun visi yang dimiliki Elon Musk. Tak lain adalah menjadi sebuah bot obrolan AI yang diprogram untuk menyebarkan kebenaran tentang apa pun yang ditanyakan.

    Dalam beberapa tweet berikutnya, platform tersebut juga mendesak Musk untuk membantu adopsi massal TruthGPT. Mereka juga menggembar-gemborkan perannya dalam kebebasan berbicara (freedom of speech). Lebih spesifik, platform ini mengatakan bakal menganalisa sentimen pasar kripto melalui media sosial dan artikel berita, serta menggunakan algoritma AI untuk mencegah penipuan dalam perdagangan kripto.

    Selain itu, tim TruthGPT menjelaskan bahwa platformnya tidak tunduk pada penyensoran, manipulasi, atau segala bentuk bias, mengutip bot yang menjawab pertanyaan tentang ChatGPT dengan sikap mengkritik.

    “Sudah diketahui umum bahwa ChatGPT dan OpenAI bias secara politis dan sangat dikontrol. Jangan tertipu! TruthGPT adalah satu-satunya AI alternatif nyata yang menawarkan data tidak bias dan tidak terkontrol.”

    Truth Bot sendiri berhasil diluncurkan di Telegram pada 19 Februari. Menurut data yang diambil dari block explorer dan platform analitik Etherscan, sudah ada 682 pemegang token TRUTH di blockchain Ethereum (ETH), dan aset totalnya adalah 5 triliun kebenaran.



    Insight for you Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.