Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Apple Sebut iPhone Bakal Mirip HP Android, Ini Biang Keroknya
    Insight News

    Apple Sebut iPhone Bakal Mirip HP Android, Ini Biang Keroknya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa20 Februari 2023Updated:21 Februari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Otoritas Persaingan dan Pasar Inggris (CMA) mengusulkan perubahan pada sistem operasi iOS sebagai bagian dari penyelidikan terhadap praktik anti-persaingan oleh Apple.

    Sebagai tanggapan, Apple mengklaim bahwa perubahan yang diusulkan akan mengubah iOS menjadi kembaran Android.

    Usulan CMA berfokus pada penggunaan wajib WebKit untuk semua browser di iOS, yang dilihat sebagai penghalang persaingan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    WebKit adalah mesin rendering yang dikembangkan oleh Apple. Kalau aplikasi ingin diterima di App Store, harus menggunakan tool WebKit yang dibuat pabrikan Cupertino tersebut.

    Kritikus berpendapat bahwa WebKit membuat semua browser serupa, mendukung Safari, browser default. Yang lain percaya bahwa WebKit membatasi kinerja browser dibandingkan dengan daya yang tersedia di perangkat Apple.

    CMA berpendapat bahwa kualitas semua browser di perangkat Apple dibatasi oleh kecepatan pengembangan WebKit yang lebih lambat. Hal ini mengakibatkan pengembang membatalkan beberapa fitur yang direncanakan karena mesin tidak mendukungnya.

    Akibatnya, menghasilkan biaya pengembangan yang lebih tinggi bagi perusahaan karena bug yang melekat pada WebKit, demikian dikutip dari Gizchina, Senin (20/2/2023).

    Namun, Apple tidak setuju dengan proposal CMA. Perusahaan berpendapat bahwa penghapusan kewajiban ini akan mencegah pembaruan seragam aplikasi yang me-render konten web, seperti yang dilakukan Android.

    Apple juga mengklaim bahwa toko aplikasi alternatif akan merusak perlindungan pengguna yang kuat yang disediakan oleh model bisnis Apple dan mengurangi pilihan konsumen.

    Media setempat melaporkan bahwa setelah pernyataan CMA Desember, Apple mengajukan banding pada akhir Januari ke Pengadilan Banding Persaingan Inggris.

    Selain penyelidikan CMA, Komisi Perdagangan Adil Jepang telah merekomendasikan agar Apple dan Google menyertakan toko aplikasi pihak ketiga di platform mereka.

    Pada tahun 2024, Undang-Undang Layanan Digital (DSA) dan Undang-Undang Pasar Digital (DMA) akan mulai berlaku di Uni Eropa. Aturan baru ini akan mengatur perusahaan digital dengan lebih kuat, khususnya praktik mereka yang berkaitan dengan persaingan.

    Meski kini Apple melawan proposal yang diajukan, perusahaan tidak punya pilihan selain mengubah praktiknya. Tekanan dari otoritas persaingan dan regulator semakin meningkat.

    Dan merek tersebut mungkin perlu membuka sistem tertutupnya ke toko aplikasi alternatif dan layanan perpesanan. Cara seperti ini pasti akan berdampak pada model bisnis Apple. Tetapi mungkin perlu bagi perusahaan untuk tetap kompetitif di pasar yang semakin diatur.



    High Technology Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.