Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Pencipta ChatGPT Buka-bukaan soal Bahaya Aplikasinya
    Insight News

    Pencipta ChatGPT Buka-bukaan soal Bahaya Aplikasinya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa20 Februari 2023Updated:20 Februari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Pencipta ChatGPT, Sam Altman, mengakui bahwa teknologi kecerdasan buatan (AI) yang ia kembangkan punya potensi yang menakutkan. Menurut dia, penting untuk segera mengatur penerapan AI dalam regulasi yang jelas.

    Ia yakin bahwa transisi ke dunia sebelum dan sesudah AI bisa berlangsung secara cepat. Sama halnya dengan transisi era sebelum dan sesudah smartphone.

    Sembari masyarakat beradaptasi dengan AI, Altman mengimbau pentingnya aturan soal teknologi canggih tersebut.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Kami juga memerlukan cukup waktu untuk mencari tahu apa yang harus dilakukan ke depannya. Regulasi akan sangat penting dan butuh waktu untuk mengetahui apa yang pas,” jelasnya, dikutip dari Insider, Senin (20/2/2023).

    Dia menambahkan, AI yang saat ini beredar di pasaran seperti ChatGPT dan kloning-kloning lainnya memang belum membahayakan. Namun, seiring pengembangannya, AI berisiko mengancam banyak hal.

    “Sekarang memang tidak menakutkan, tetapi tak lama lagi bisa berbahaya,” ujarnya. 

    Saat ini, salah satu tantangan AI menurut Altman adalah masyarakat yang belum stabil berkomunikasi dengan chatbot. Padahal, chatbot sejatinya hanya mesin.

    Baru-baru ini, chatbot AI Microsoft yang dinamai Bing bikin geger internet. Pasalnya, chatbot itu memberikan nasihat aneh seperti menyuruh orang untuk selingkuh. Bing sendiri turut dikembangkan OpenAI, perusahaan Altman yang mengembangkan ChatGPT.

    Kelakuan aneh chatbot Bing juga dialami ilmuwan teknik bernama Marvin von Hagen. Chatbot itu menuding dia meretas Bing untuk mendapatkan informasi soal teknologi tersebut. Von Hagen juga dituding mengancam keamanan dan privasi chatbot itu.

    Permasalahan itu juga telah ditanggapi Microsoft. Perusahaan menjelaskan chatbot-nya masih berusia satu minggu dan mengharapkan bisa menemukan kesalahan di dalamnya saat periode ini.

    “Kami berharap sistem dapat membuat kesalahan selama periode pratinjau ini, dan tanggapan sangat penting untuk membantu mengidentifikasi hal-hal yang tidak berfungsi dengan baik sehingga kami dapat belajar dan membantu model menjadi lebih baik,” kata seorang juru bicara Microsoft.



    Hitech for better life Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.