Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Cerita Bankir Ahli Nuklir yang ‘Ketiban Pulung’ Urus Covid
    Insight News

    Cerita Bankir Ahli Nuklir yang ‘Ketiban Pulung’ Urus Covid

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa17 Februari 2023Updated:18 Februari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Budi Gunadi Sadikin menceritakan buah pengalamannya sebagai bankir yang ia terapkan saat menjabat sebagai Menteri Kesehatan, khususnya dalam menghadapi tantangan pandemi Covid-19.

    Menurut pria yang dikenal dengan panggilan BGS ini, pengalamannya sebagai bankir memberikannya eksposur terhadap jatuh bangunnya berbagai macam industi.

    “Sebagai seorang bankir, saya telah melihat banyak industri naik turun, dan biasanya untuk penemuan ilmiah besar akan ada perubahan besar dalam industri juga dalam peradaban manusia,” kata dia di Jakarta, Kamis (16/2/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sebagai lulusan teknik nuklir, BGS juga memahami dampak teknologi baru yang bisa mengubah dunia ke arah yang lebih baik atau sebaliknya menuju bencana.

    “Sementara sebagai fisikawan ahli nuklir ia akan selalu ingat bahwa infeksi industri baru dalam energi atom, energi nuklir bahkan ledakan nuklir,” imbuhnya.

    Menkes kemudian bercerita tentang pengalamannya menghadapi pandemi Covid-19 di Indonesia. Wabah tersebut, menurutnya, membuat kerentanan sistem kesehatan nasional banyak negara terkuak, termasuk Indonesia.

    Covid membuat pemerintah dan masyarakat di seluruh dunia menyadari pentingnya sistem kesehatan yang tangguh.

    “Teman saya di China selalu menyebut krisis ini dalam bahasa China weiji. Gabungan dari karakter “bahaya” dan peluang. Dalam tiap krisis, selalu ada sudut bahaya dan peluang untuk maju ke depan,” kata Menkes.

    Atas dasar itulah, sebagai Menteri Kesehatan, ia melihat peluang untuk melakukan reformasi besar-besaran. Ia mengatakan pihaknya telah merancang 6 reformasi besar, dan salah satunya adalah reformasi perawatan kesehatan, termasuk bioteknologi kesehatan.

    “Dan disitulah, saya yakin dapat berperan untuk melihat jendela peluang ini selama krisis dan melompat ke era baru sistem perawatan kesehatan di Indonesia,” tuturnya.

    Soal bioteknologi yang ia maksud adalah penemuan teknologi genome sequencing (pengurutan genom) dan DNA. Ini menurutnya akan mengubah secara drastis masa depan industri kesehatan.

    Adapun pengembangan dan pemanfaatan teknologi genome sequencing di Indonesia masih dalam tahap awal. Untuk itu masih terbuka peluang lebar bagi startup dan investor untuk menggarap sektor ini.

    “Berbicara tentang peluang, saya ingin menekankan bahwa Indonesia berada dalam posisi yang sangat tepat untuk memanfaatkan peluang ini,” kata BGS.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Waspada Awal 2023, Ramalan Menkes Soal Covid Terbukti Benar

    (dem/dem)


    Mind your business Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.