Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Samsung-Xiaomi-Vivo Minggir, Jawara Ponsel RI Belum Goyah!
    Insight News

    Samsung-Xiaomi-Vivo Minggir, Jawara Ponsel RI Belum Goyah!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa17 Februari 2023Updated:17 Februari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Oppo berhasil mendapatkan posisi teratas penguasa pasar smartphone di Indonesia. Perusahaan mengantongi pangsa pasar 22,4% selama tahun 2022 lalu.

    Dalam laporan terbaru IDC ‘Worldwide Quarterly Mobile Phone Tracker’, pangsa pasar Oppo naik dari tahun sebelumnya 20,8%. Pengirimannya 7,8 juta unit, merosot -8% dibanding tahun sebelumnya, dikutip Jumat (17/2/2023).

    Di posisi kedua terdapat Samsung dengan pangsa pasar 21,7%. Raksasa teknologi Korea Selatan itu mengirimkan 7,6 juta unit sepanjang tahun lalu dan naik dari 2021 yang berjumlah 7,2 juta unit.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dalam laporan tersebut hanya Samsung yang tumbuh positif. Tercatat produsen ponsel Galaxy S itu mengalami pertumbuhan 5,4%.

    Di belakang Samsung terdapat Vivo dengan pangsa pasar 17,9% dan pengiriman mencapai 6,3 juta unit. Berbagi tempat di posisi keempat dan kelima ada Xiaomi dan Realme. Keduanya mengantongi pangsa pasar 14,2% dan 11,8%.

    IDC mengungkapkan untuk pertama kalinya pasar smartphone Indonesia mengalami penurunan setelah 13 tahun selalu bertumbuh. Tahun 2022 pasar anjlok sebesar 14,3% dengan pengiriman 35 juta unit.

    Berikut perincian laporan IDC ‘Worldwide Quarterly Mobile Phone Tracker’: 









    No Perusahaan Pengiriman (juta unit) Pangsa Pasar (%) Pertumbuhan YoY (%)
    1. Oppo 7,8 22,4% -8,0%
    2.  Samsung 7,6 21,7% 5,4%
    3.  Vivo 6,3 17,9% -15,2%
    4. Xiaomi 5,0 14,2% -38,6%
    5. Realme 4,1 11,8 -17,1%

    Tahun 2022, pasar smartphone Indonesia harus mengalami hambatan rantai pasok dan penurunan daya beli konsumen. Inflasi juga mempengaruhi daya beli masyarakat khususnya pada mereka dengan penghasilan menengah ke bawah yang akan berfokus memenuhi kebutuhan primer. Selain juga ada peningkatan pengeluaran seperti transportasi, karena mobilitas yang kembali normal setelah pandemi mulai berangsur membaik.

    Associate Market Analyst IDC Indonesia, Vanessa Aurelia mengungkapkan kemungkinan tahun 2023 akan stabil. Dengan skenario adanya pertumbuhan satu digit di tahun ini.

    “Konsumen akan lebih hati-hati dengan pengeluaran mereka dan perusahaan-perusahan smartphone juga akan lebih hati-hati dalam menyusun strategi, sambil mengatur ulang pendekatan mereka terhadap pasar. Smartphone pada segmen bawah akan tertekan disebabkan peralihan pengeluaran konsumennya ke area lain,” jelas Vanessa.

    Dia melanjutkan, “Lain halnya dengan segmen-segmen premium yang diperkirakan akan lebih tahan banting karena adanya tendensi dari sisi konsumen untuk memilki smartphone yang lebih tahan lama dan memiliki spesifikasi lebih baik. Di sisi lain, vendor-vendor smartphone juga berfokus untuk memperluas portofolio kelas atas mereka”.

    [Dexpert.co.id]


    Techno for life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.