Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bahaya ChatGPT Bikin Elon Musk Ketakutan, Ini Alasannya
    Insight News

    Bahaya ChatGPT Bikin Elon Musk Ketakutan, Ini Alasannya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 Februari 2023Updated:17 Februari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Elon Musk ikut mengomentari kepopuleran ChatGPT dan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang ramai belakangan ini. Ia mengaku ketakutan dengan tren tersebut. Padahal, Musk merupakan mantan ketua dewan OpenAI, perusahaan yang mengembangkan ChatGPT.

    Dia mengatakan kehadiran AI bisa positif dan negatif. Untuk yang terakhir, Musk menyebut teknologi tersebut bisa jadi salah satu risiko terbesar untuk peradaban manusia.

    “Salah satu risiko terbesar bagi masa depan peradaban adalah AI,” kata Musk dalam acara World Government Summit Dubai, dikutip dari CNBC Internasional, Kamis (16/2/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Itu positif atau negatif dan memiliki janji yang hebat, kemampuan yang hebat…Dengan itu datanglah bahaya besar,” lanjutnya.

    AI telah berkembang dalam beberapa waktu terakhir. ChatGPT menjadi wadah untuk memberitahu kecanggihan teknologi itu pada banyak orang, ungkap Musk.

    Kecerdasan Buatan (AI) Perlu Diatur

    Meski begitu, pemilik Twitter tersebut menjelaskan AI belum punya aturan untuk mengendalikan perkembangannya. Dia mendorong untuk ada regulasi yang mengaturnya.

    Fakta ini berbeda dengan beberapa sektor lain. Misalnya mobil, pesawat terbang, hingga obat-obatan yang disebutnya sudah punya standar regulasi terkait keamanan.

    “Menurut saya ini punya risiko lebih besar untuk masyarakat dibandingkan mobil atau pesawat atau obat-obatan,” kata Musk.

    Meski adanya aturan bisa menghambat, namun keberadaannya akan jadi sesuatu yang baik untuk teknologi itu. “[Regulasi] mungkin sedikit memperlambat AI, namun saya pikir itu mungkin juga hal yang baik,” jelasnya.

    Sejak 2018, Musk memang sudah tak tercatat lagi ada dalam dewan dan memegang saham OpenAI. Dia menegaskan tidak mengendalikan perusahaan lagi sekarang.

    “Awalnya dibuat sebagai nirlaba open-source. namun sekarang closed-source dan untuk profit. Saya tidak punya saham terbuka di OpenAI dan bukan anggota dewan, dan tidak mengendalikannya dengan cara apapun,” kata Musk.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Viral ChatGPT dan OpenAI, Chabot Bisa Gantikan Manusia?

    (tib)


    High Technology Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.