Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Gula Merah Vs Gula Putih, Mana yang Lebih Aman untuk Diabetes
    Inspiring You

    Gula Merah Vs Gula Putih, Mana yang Lebih Aman untuk Diabetes

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman16 Februari 2023Updated:16 Februari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Penderita diabetes sangat dianjurkan untuk mengurangi konsumsi gula untuk menghindari kenaikan kadar gula darah. Sebab, tubuh mereka kesulitan untuk mengolah gula (glukosa) yang masuk dan menggunakannya sebagai energi. Kondisi ini pada akhirnya membuat tubuh penderita menghasilkan penumpukan kadar gula di dalam darah. 

    Karena itu, banyak penderita diabetes yang akhirnya mencari alternatif pemanis. Di antara yang paling umum adalah gula merah (palm sugar) dan gula cokelat (brown sugar). Pertanyaannya, apakah gula merah dan gula cokelat lebih sehat dibanding gula putih, khususnya untuk penderita diabetes?

    Perlu diketahui, gula putih dan gula cokelat berasal dari sumber yang sama, yaitu terbuat dari pohon tebu, sehingga nutrisinya juga sama. 


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sementara gula merah berasal dari nektar pohon kelapa atau pohon palem, dan karenanya disebut palm sugar dalam Bahasa Inggris. Gula merah memiliki cita rasa karamel yang ringan dan populer digunakan sebagai bumbu makanan di Asia Tenggara dan Afrika. 

    Mengutip Healthline, gula cokelat biasanya dibuat dengan menambahkan molase ke gula putih halus, yang memberikan warna lebih gelap dan menambah sedikit vitamin dan mineral.

    Gula cokelat juga sedikit lebih rendah kalori dan karbohidrat daripada gula putih.

    Meski demikian, keduanya sama-sama bisa meningkatkan kadar gula dalam darah Anda. Baik gula putih maupun gula cokelat memiliki nilai sukkrosa 65 jika dilihat menggunakan indeks glikemik yang mengukur sejauh mana makanan tertentu meningkatkan kadar gula darah pada skala 0-100.

    Ini berarti gula cokelat dan putih meningkatkan kadar gula darah sama seperti efek kentang goreng, ubi jalar, dan popcorn.

    American Heart Association menyarankan setiap orang untuk membatasi gula tambahan di bawah 6 sendok teh per hari untuk wanita dan di bawah 9 sendok teh per hari untuk pria.


    Lihat arikel lainnya


    4 Cara Mudah Jaga Kadar Gula Darah agar Tetap Stabil


    Innovation Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.