Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Jokowi Desak Bayar Berita di RI, Google Buka Suara
    Insight News

    Jokowi Desak Bayar Berita di RI, Google Buka Suara

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 Februari 2023Updated:16 Februari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Google ingin ada lembaga pengawas independen terkait rencana aturan terkait Hak Penerbit atau publisher rights. Lembaga itu terpisah dari penerbit berita dan platform digital, ungkap raksasa teknologi.

    Pemerintah diketahui tengah mengebut pengerjaan Peraturan Presiden (Perpres) publisher rights. Di dalam aturan tersebut akan ada lembaga khususnya.

    Sebelumnya, Kementerian Kominfo mengusulkan lembaganya berasal dari yang sudah seperti KPPU atau Dewan Pers. Namun hasil keputusannya bergantung pada diskusi bersama dengan stakeholder terkait.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Google juga ikut mengomentari wacana regulasi yang disebut mengenai ‘hubungan antara perusahaan teknologi dan industri berita’. Perusahaan menegaskan solusi terbaiknya adalah menyusun regulasi agar bisa bermanfaat untuk masyarakat dan berharap bisa ikut terlibat dalam upaya tersebut.

    Salah satu poin yang dibahas Google adalah terkait Pengawasan Independen. Permintaan itu dilakukan dengan alasan adanya debat sehat dengan mempertimbangkan dari berbagai sisi.

    “Dengan begitu, debat yang sehat akan mungkin dilakukan dengan mempertimbangkan sudut pandang institusi yang bertujuan melindungi jurnalis dan mendukung kelangsungan hidup berita domestik, serta realitas digital pengguna di Indonesia dan sifat teknologi yang global,” kata Google dalam pernyataan resmi dikutip Kamis (16/2/2023).

    Google menambahkan membuka diri untuk terlibat dalam mencari solusi aturan tersebut. “Kami akan dengan senang hati terlibat dalam mencari solusi konstruktif yang dapat digunakan berdasarkan pengalaman kami bekerja sama dengan pemerintah di seluruh dunia,” ungkap perusahaan.

    Proses resolusi sengketa diharapkan Google juga bisa layak, cermat dan adil bagi dua pihak. Raksasa mesin pencarian itu juga menegaskan pentingnya mengklarifikasi beberapa hal agar penyedia layanan digital termasuk Google bisa memberikan masukan terkait aturan.

    Selain terkait pengawasan, Google juga menyinggung kepentingan pengguna. Menurut mereka, sejumlah usulan yang muncul bisa memberikan dampak negatif pada pengguna.

    Google menyatakan regulasi apapun harus terkait tiga hal. Salah satunya adalah perlindungan pada data pengguna, termasuk tidak memberikan data pada pihak ketiga yang merujuk pada UU Pelindungan Data Pribadi (PDP).

    Selain itu juga penting mendorong persaingan peringat yang adil. Terakhir terkait moderasi konten patuh pada aturan yang ada.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    KPPU Selidiki Dugaan Monopoli Google, Apa Pelanggarannya?

    (tib)


    High Technology Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.