Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Jokowi Punya Jurus Rahasia Lawan Google dan Facebook
    Insight News

    Jokowi Punya Jurus Rahasia Lawan Google dan Facebook

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 Februari 2023Updated:16 Februari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Dominasi Google dan Facebook membuat banyak media di Indonesia berjuang untuk bertahan. Presiden Jokowi menyiapkan aturan khusus untuk mematahkan dominasi raksasa teknologi global tersebut.

    Jokowi dalam pidatonya saat menghadiri puncak peringatan Hari Pers, memang menyinggung soal keberlanjutan industri media konvensional. Ini terkait fakta soal lebih dari setengah belanja iklan media digital diambil platform digital asing seperti Google dan Facebook.

    “Saya mendengar banyak mengenai ini bahwa sekitar 60% belanja iklan telah diambil media terutama platform asing. Ini sedih lho kita. Sehingga tadi malam saat makan durian, saya mengundang beberapa tokoh insan pers untuk bicara mengenai hal ini,” ujarnya.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dengan fakta tersebut, dia menjelaskan sumber daya keuangan media konvensional kian berkurang dan masuk ke kantong platform asing. Dominasi perusahaan seperti Google hingga Facebook pada akhirnya menyulitkan media dalam negeri karena mengambil belanja iklan.

    “Sekali lagi sekitar 60% belanja iklan diambil media digital terutama platform asing. Artinya apa? Sumber daya keuangan media konvensional akan semakin berkurang terus, larinya pasti ke sana dan sebagian sudah mengembangkan diri ke media digital tapi dominasi platform asing dalam mengambil belanja iklan kita telah menyulitkan media dalam negeri kita,” jelas Jokowi.

    Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kini sedang membahas Rancangan Peraturan Presiden (Perpres) terkait Publisher Rights atau hak penerbit.

    Ini sebagai bagian dari tindak lanjut arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sambutannya saat Hari Pers Nasional 2023, yang digelar di Medan.

    Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo, Usman Kansong, menuturkan bahwa Kominfo telah mengajukan rancangan Perpres Publisher Rights kepada Presiden Joko Widodo melalui Setneg untuk meminta izin prakarsa.

    Sesuai dengan prosedur, kata Usman, presiden akan menjawab secara resmi dengan memberikan ijin prakarsa kepada Kementerian Kominfo untuk membahas kembali Rancangan Perpres sebelum ditandatangani presiden.

    “Presiden sudah jawab, agar kita bahas dan duduk bersama dan memberi waktu satu bulan ” kata Usman Kansong, saat konferensi pers di Kantor Kominfo, Rabu (15/2/2023).

    Sambil menanti balasan presiden, Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate, meminta agar pembahasan Rancangan Perpres langsung dimulai.

    “Sebagai pelaksanaan arahan Presiden dan komitmen Kominfo untuk menyelesaikan Rancangan Perpres dalam waktu satu bulan, maka pada hari Rabu, 15 Februari 2023, Kominfo mengundang kementerian/lembaga terkait serta Dewan Pers untuk membahas kembali Rancangan Perpres Publisher Right,” jelas Usman.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Google Panik! Minta Semua Karyawan Fokus Kalahkan ChatGPT

    (dem)


    High Technology Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.