Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Mantan Bos Google Siap Kalahkan Rusia Pakai Teknologi Ini!
    Insight News

    Mantan Bos Google Siap Kalahkan Rusia Pakai Teknologi Ini!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa15 Februari 2023Updated:16 Februari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Mantan CEO Google, Eric Schmidt, baru saja mengumumkanĀ startup baru bernama Istari. Teknologi yang dikembangkan di dalamnya disebut bisa mengalahkan Rusia.

    Schmidt menjabat sebagai CEO Google tahun 2001, saat perusahaan hanya punya ratusan karyawan dan hampir tidak menghasilkan uang. Tahun 2017, dia meninggalkan induk perusahaan Alphabet setelah menuliskan portofolio panjang bagi perusahaan, dari AI hingga komputer kuantum.

    Sekarang dia melihat ada peluang dalam teknologi lain yang berhubungan dengan militer. Dengan tujuan untuk pemerintah Amerika Serikat (AS) bisa mengalahkan kekuatan militer negara lain.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Istari menggunakan machine learning untuk merakit dan menguji mesin perang secara virtual. Schmidt meyakini teknologi temuannya itu akan membawa inovasi industri dalam militer AS.

    “Tim Istari menghadirkan kegunaan jenis internet ke dalam model dan simulasi,” kata dia dikutip dari Wired, Rabu (15/2/2023).

    “Ini membuka kemungkinan kelincahan seperti software untuk sistem fisik di masa depan, ini sangat menarik”.

    Dalam sebuah kesempatan, dia juga menyinggung keadaan militer dan departemen AS saat ini. Yakni menyebutnya sebagai ‘manusia hebat dalam sistem buruk’ karena harus berevolusi dari era sebelumnya dengan dominasi proyek besar, lambat dan mahal.

    Perang Ukraina-Rusia, menurutnya, adalah kesempatan militer AS untuk bisa berkembang lagi. Militer Ukraina dapat mengalahkan kekuatan lawannya yang jauh lebih besar dengan mengadaptasi teknologi dari sektor swasta.

    Schmidt mencoba mencontohkan cara untuk Ukraina menang. Misalnya dengan departemen pertahanan menggelontorkan uang US$100 juta dan pihaknya mengadakan kontes.

    “Dan setelah enam bulan seseorang muncul dengan beberapa perangkat baru atau alat baru atau metode baru yang memungkinkan Ukraina menang,” jelasnya.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    KPPU Selidiki Dugaan Monopoli Google, Apa Pelanggarannya?

    (tib)


    Teknologi Informasi Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.