Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Paling Rendah di ASEAN, Tingkat Literasi Digital RI Cuma 62%
    Insight News

    Paling Rendah di ASEAN, Tingkat Literasi Digital RI Cuma 62%

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa14 Februari 2023Updated:15 Februari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id –Ekonom Senior INDEFAviliani menyebut tingkat literasi digital di Indonesia hanya sebesar 62%. Jumlah tersebut paling rendah jika dibandingkan negara di ASEAN lainnya yang rata-rata mencapai 70%.

    “Masyarakat Indonesia kalau kita lihat literasi (digital)-nya baru 62%. Negara di Korea sudah 97%. Rata-rata di ASEAN sudah 70%. Jadi, memang tingkat literasi digital kita masih rendah,” ungkap dia dalam CNBC Indonesia Tech & Telco Outlook 2023, Selasa (14/2/2023).

    Oleh karena itu lanjutnya, diperlukan percepatan untuk mengejar tingkat literasi digital di Indonesia baik bagi mereka yang masih sekolah maupun yang sudah dewasa.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Hal ini perlu dilakukan guna mendorong masyarakat terhindar dari segala jenis bentuk penipuan berbau teknologi dan bisa lebih siap menghadapi era yang serba digital ke depan.

    “Itu yang menurut saya harus dilakukan supaya jangan nanti dengan adanya era digitalisasi ini justru kerugian cukup banyak. Orang investasi bodong gara-gara digital. Kemudian transaksi juga ketinggalan. Akhirnya orang ini tidak bisa ikut serta dalam digitalisasi,” kata dia.

    Dalam kesempatan yang sama Dirjen Aplikasi Informatika Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan juga menyebut bahwa posisi masyarakat Indonesia dalam literasi digital berada di rata-rata angka 3,54 dari indeks 1-5. Angka posisi itu meliputi digital skill, digital safety, digital cultur, dan digital etic.

    Menurut dia, dari empat pilar literasi digital tersebut, digital safety menjadi yang terendah. Hal ini juga terlihat dari banyaknya masyarakat yang mudah menjadi korban kejahatan digital.

    “Ini yang kita ingin push. Target kita di tahun ini akan menitikberatkan pada digitalsafety.How tobecome safety when you are online. Ini yang kita inginkan,” ungkap dia.

    Sementara itu dalam meningkatkan literasi digital tersebut, Samuel mengungkapkan dibutuhkan kerja sama dari semua pihak. Mulai dari pemerintah, sektor industri, hingga masyarakat sebagai pengguna.

    Adapun saat ini sudah ada lebih dari 120 organisasi yang terlibat dalam Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD).

    “Literasi digital tidak bisa distop dan harus selalu bergulir karena selalu ada hal baru yang perlu diberitahu kepada masyarakat. Literasi tidak bisa menjadi tanggung jawab pemerintah saja. Kalau literasi digital berhasil, industri akan memiliki smart konsumen. Smart konsumen akan bisa meningkatkan bisnisnya,” pungkas Samuel.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Dibayangi PHK, Kominfo Ungkap “Kekuatan” Digitalisasi RI

    (dpu/dpu)


    Mind your business Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.