Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»5 Raksasa Teknologi Empot-empotan Perang AI, Siapa Menang?
    Insight News

    5 Raksasa Teknologi Empot-empotan Perang AI, Siapa Menang?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa13 Februari 2023Updated:13 Februari 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, CNBC Indonesia – Industri teknologi tengah gempar dengan kehadiran ‘pemain baru’ yang langsung melejit, yakni ChatGPT besutan OpenAI. Layanan chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI) tersebut baru meluncur pada akhir 2022 lalu, lantas sudah memecahkan rekor dari segi pengguna aktif. 

    Dalam kurun waktu 2 bulan, ChatGPT memilik 100 juta pengguna aktif. Padahal, raksasa teknologi lain sedang ‘goyang’ karena kondisi ekonomi yang tak stabil. Badai PHK ada di mana-mana, tetapi ChatGPT mampu berdiri tegak. 

    Tak heran jika pemain lama seperti Google, Microsoft, dkk merasa terancam dengan kehadiran ChatGPT. Raksasa teknologi berbondong-bondong mengerahkan sumber daya mereka untuk ‘perang AI’ melawan ChatGPT. Berikut 5 di antaranya, dirangkum CNBC Indonesia, Senin (13/2/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Microsoft

    Microsoft beberapa saat lalu mengumumkan bakal mengintegrasikan teknologi AI ke dalam software-nya, seperti Word, Excel, dll. Tak tanggung-tanggung, yang bakal mengembangkan teknologi tersebut adalah OpenAI, perusahaan di balik ChatGPT.

    Ini bukanlah hal mengejutkan. Pasalnya, Microsoft memang merupakan salah satu perusahaan pertama yang menanam modal di OpenAI untuk membangun ChatGPT. 

    Beberapa jurnalis sudah diberi kesempatan untuk menjajal teknologi AI terbaru Microsoft yang dinamai ‘Promotheus’, sebelum dirilis untuk publik. Menurut jurnalis Semafor, “Microsoft mencoba mengorientasi kembali layanannya di tengah badai AI yang menghebohkan dunia”.

    Google

    Raksasa mesin pencari yang satu ini terbiasa menjadi ‘raja inovasi’ di sektor teknologi. Sayangnya, kali ini Google tertinggal dari OpenAI, sebuah startup kecil berbasis San Francisco. Namun, Google tak tinggal diam dan buru-buru membuat pesaing ChatGPT yang dinamai ‘Bard’. 

    Dalam ajang pengenalannya pekan lalu, Bard menunjukkan informasi yang tak akurat. Hal ini sontak memicu kritik dari banyak orang, bahkan dari karyawan Google sendiri. Ke depan, Google diharapkan bisa lebih fokus dan menggarap produk AI-nya dengan lebih hati-hati.

    Baidu

    Bukan cuma raksasa teknologi Amerika Serikat saja yang keok. Baidu, raksasa yang kerap disebut Google-nya China, turut meramaikan perang AI.

    Baidu tengah mengembangkan chatbot yang dinamai ‘Ernie Bot’ atau dalam Bahasa China disebut ‘Wenxin Yiyan”. Baidu sesumbar AI ini berbasis dari teknologi mereka yang sebenarnya sudah diperkenalkan sejak 2019 lalu.

    Google ala Tirai Bambu ini mengatakan pengujian internal akan kelar di Maret mendatang. Harga saham Baidu langsung melambung tinggi setelah pengumuman ini dibuat.

    Alibaba and JD.com

    Dua raksasa e-commerce asal China, Alibaba dan JD.com juga mengatakan bakal menyematkan teknologi serupa ChatGPT di layanan mereka. Hal ini menunjukkan bahwa bukan cuma industri mesin pencari yang geger, tetapi toko online pun ikut yakin bahwa AI adalah masa depan.

    Saat ini, Alibaba dan JD.com sesumbar tengah mengembangkan chatbot mereka. Sebelumnya, JD.com telah menutup layanannya di Thailand dan Indonesia karena alasan efisiensi.

    Opera

    Salah satu perusahaan teknologi yang paling baru mengumumkan bakal punya chatbot seperti ChatGPT adalah opera. Layanan browser ini mengatakan akan menambahkan sidebar untuk menyematkan tool berbasis AI.

    Dalam demo yang dipamerkan, fitur Opera bernama ‘shorten’ tersebut mampu memberikan ringkasan dari sebuah topik untuk memudahkan pengguna mempelajari informasi tertentu dengan lebih cepat dan ringkas.

    “Kami sangat senang melihat banyaknya program pengembangan seperti Google Bard. Kami juga akan membangun dan memberikan pengalaman baru bagi pengguna untuk browsing dalam waktu dekat,” kata Kepala Kemitraan Strategis dan Ekosistem AI Opera, Per Wetterdal, dikutip dari TheVerge.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Pendiri Google Tiba-tiba Turun Gunung, Respons ‘Kode Merah’

    (tib)


    High Technology Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.