Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Nah Lho! Neuralink Elon Musk Diduga Mengangkut Patogen
    Insight News

    Nah Lho! Neuralink Elon Musk Diduga Mengangkut Patogen

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa9 Februari 2023Updated:9 Februari 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Salah satu organisasi kesejahteraan hewan mengatakan bahwa pihaknya berencana untuk meminta badan pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk menyelidiki perusahaan implan otak Elon Musk, Neuralink atas adanya dugaan patogen berbahaya yang ilegal, Kamis (9/2/2023).

    Melalui suratnya kepada Departemen Perhubungan AS, The Physicians Committee of Responsible Medicine (PCRM) mengatakan bahwa mereka telah memperoleh surel dan dokumen lain yang menunjukkan adanya pengemasan tidak aman dan pemindahan implan yang dikeluarkan dari otak monyet.

    “Implan ini mungkin membawa penyakit menular yang melanggar hukum federal,” kata PCRM, dikutip Kamis (9/2/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dilansir dari Channel News Asia, surat itu mengatakan, catatan yang diperoleh kelompok itu menunjukkan patogen, seperti staphylococcus yang kebal antibiotik dan virus herpes B telah diangkut tanpa tindakan penahanan yang tepat.

    Selain itu, surat PCRM menambahkan, pengawasan Neuralink yang sedang mengembangkan implan otak diharapkan akan membantu orang lumpuh berjalan kembali dan menyembuhkan penyakit saraf lainnya.

    Desember lalu, Reuters melaporkan bahwa Neuralink tengah berada di bawah penyelidikan federal atas potensi pelanggaran kesejahteraan hewan. Dilaporkan, beberapa stafnya mengajukan keluhan internal tentang eksperimen yang terburu-buru sehingga menyebabkan penderitaan dan kematian yang tidak perlu pada hewan.

    Menurut dokumen yang dikutip PCRM, pada 2019 terjadi insiden yang melibatkan potensi pelanggaran peraturan transportasi bahan berbahaya, yaitu ketika Neuralink mengandalkan University of California, Davis untuk membantu melakukan eksperimennya pada primata.

    Sementara kemitraan Neuralink dengan UC Davis berakhir pada 2020, PCRM mengatakan perusahaan terus mempekerjakan ahli bedah saraf yang mengawasi eksperimen dan staf lain yang terlibat mungkin juga masih dipekerjakan.

    Menurut laporan Reuters, catatan UC Davis yang dikutip dalam PCRM masih belum menunjukkan kejelasan terkait apakah ada catatan lebih lanjut yang memberikan laporan yang berbeda atau lebih lengkap tentang apa yang terjadi. PCRM memperoleh catatan dari UC Davis melalui permintaan informasi publik. Pesan dan catatan Neuralink yang tidak dibagikan dengan UC Davis tidak tunduk pada permintaan informasi tersebut.

    Hingga saat ini, perwakilan Neuralink, termasuk Musk, dan Departemen Perhubungan belum memberikan tanggapan apapun atas dugaan tersebut. Seorang juru bicara UC Davis hanya mengatakan bahwa universitas mematuhi semua peraturan biohazard dan keselamatan laboratorium.

    Surat PCRM mengatakan, patogen terbawa pada implan yang dikeluarkan dari monyet setelah sanitasi dan pengemasan yang tidak tepat. Kelompok tersebut mengatakan patogen tersebut dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius pada manusia yang terinfeksi, seperti infeksi aliran darah, pneumonia, dan kerusakan otak yang parah.

    PCRM yang menentang penggunaan hewan dalam penelitian medis tidak mengidentifikasi bahaya apa pun akibat insiden ini, tetapi mengatakan tindakan Neuralink dapat menimbulkan risiko kesehatan masyarakat yang serius dan berkelanjutan.

    “Rekam jejak perusahaan yang didokumentasikan tentang praktik laboratorium yang ceroboh dan tidak aman memaksa DOT untuk menyelidiki dan memungut denda yang sesuai,” kata PCRM dalam surat itu.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    7 Prediksi Elon Musk Soal Masa Depan, Ada yang Jadi Nyata!

    (haa/haa)


    Techno for life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.