Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Alasan Putin Keok, Ukraina Pakai Big Data Lacak Tentara Rusia
    Insight News

    Alasan Putin Keok, Ukraina Pakai Big Data Lacak Tentara Rusia

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa6 Februari 2023Updated:6 Februari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Ukraina pakai teknologi big data untuk lacak keberadaan tentara Rusia.

    Adalah Palantir, perusahaan analisis data yang engaku berada di balik akurasi serangan Ukraina ke pasukan Rusia. Teknologi Palantir memberikan Ukraina kemampuan untuk “memonitor perang” secara real-time.

    Pernyataan soal keterlibatan Palantir dalam perang Rusia-Ukraina diungkapkan oleh CEO Palantir Alex Karp. Peranti lunak Palantir digunakan oleh Ukraina untuk melacak posisi tank dan artileri tentara Rusia.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Teknologi Palantir memang sudah sering digunakan untuk aktivitas militer dan intelijen. Sejak 20 tahun yang lalu, Palantir telah mendukung kegiatan intelijen Amerika Serikat.

    Bahkan, Karp adalah bos perusahaan global pertama yang bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sejak invasi Rusia ke wilayah Ukraina pada Februari 2022. Setelah pertemuan tersebut, Palantir membuka kantor di Ukraina.

    Beberapa waktu yang lalu, peran Palantir sempat diungkapkan oleh Wakil Perdana Menteri Ukraina Mykhalio Fedorov. Ia menyatakan teknologi Palantir digunakan untuk melacak perkembangan perang secara real-time.

    Ukriana memiliki informasi pola pergerakan pasukan menggunakan sistem peringatan situasional kemudian memanfaatkannya untuk mengambil keputusan militer.

    Palantir memasarkan peranti lunak besutannya sebagai cara cepat untuk menentukan pengerahan sumber daya, memanfaatkan informasi dari satelit hingga media sosial. Teknologi mereka membuat informasi bisa dengan mudah ditarik dari sumber data berukuran besar.

    Namun, Karp menyatakan Palantir belum memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan yang kini sedang menjadi pembicaraan di Silicon Valley.

    Menurut Karp, harus ada panduan etika yang jelas sebelum memanfaatkan peranti lunak yang bisa mengambil keputusan dan tindakan secara mandiri tanpa campur tangan manusia.

    [Dexpert.co.id]

    (fab/fab)


    High Technology Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.