Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»ChatGPT Bikin Google Kebakaran Jenggot, Ini Buktinya!
    Insight News

    ChatGPT Bikin Google Kebakaran Jenggot, Ini Buktinya!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa3 Februari 2023Updated:5 Februari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Google menyadari ancaman ChatGPT yang kini tengah naik daun. Bahkan, pendiri Google Larry Page tiba-tiba ‘turun gunung’ untuk menanggulanginya.

    Page ditemani rekannya, Sergey Brin, berusaha membantu Sundar Pichai, CEO perusahaan, untuk melawan chatbot yang sempat viral milik OpenAI tersebut.

    Berdasarkan laporan New York Times, Pichai kebingungan untuk menghadapi ChatGPT. Sebab, sistem itu dinilai dapat bekerja lebih baik dari mesin pencarian milik perusahaan Google Search.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Page dan Brin kabarnya telah bertemu dan rapat dengan petinggi perusahaan. Mereka menyusun rencana dan menyetujui untuk mengintegrasikan fitur chatbot dengan Search.

    Kembalinya Page ke perusahaan dinilai luar biasa. Ini karena dia sempat menghilang dari publik setelah menyerahkan posisi CEO ke tangan Pichai pada 2015 lalu.

    Brin pun sudah bertahun-tahun tak lagi merancang pengkodean untuk program Google. Berkat ChatGPT, Brin dilaporkan baru saja request untuk memasukkan kode program pertamanya setelah sekian lama.

    Google Kerahkan Semua Karyawan Lawan ChatGPT

    Dikutip dari CNBC International, Kamis (3/2/2023), chatbot buatan Google dengan nama kode “Atlas” kini sudah dalam tahap pengujian. Atlas katanya dipersiapkan untuk terintegrasi pada mesin pencarian Google.

    Tak cukup satu, Google juga mengembangkan chatbot bernama “Apprentice Bard”. Layanan itu meminta seluruh karyawannya menguji coba chatbot tersebut.

    Sama seperti ChatGPT, Apprentice Bard memungkinkan karyawan melempar pertanyaan untuk kemudian dijawab oleh sang chatbot. Para petinggi Google sepertinya mengerahkan seluruh karyawannya untuk memprioritaskan layanan ini.

    Menurut laporan CNBC International, Google secara aktif meminta para karyawan untuk memberikan masukan (feedback) selama beberapa pekan terakhir. Hal ini diketahui dari dokumen internal yang bocor, serta beberapa sumber dalam.

    Pengujian intensif ini dilakukan beberapa saat setelah meeting besar di Google, di mana para karyawan menyampaikan keresahan mereka atas ChatGPT. Chatbot yang bikin geger itu diluncurkan oleh OpenAI, perusahaan asal San Francisco yang didanai Microsoft.

    Chief AI Google, Jeff Dean, mengatakan ke para karyawan untuk tak panik. Menurut dia, perusahaan sebesar Google memiliki risiko reputasi yang lebih besar, sehingga pengembangan AI-nya harus benar-benar hati-hati.

    “Pendekatan kita memang lebih konservatif ketimbang startup kecil,” kata dia.

    Kendati demikian, ia dan CEO Google, Sundar Pichain, mengatakan bahwa produk pesaing ChatGPT akan digenjot dan kemungkinan besar dirilis publik tahun ini.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Lebih Pintar dari Google, Komputer Ini Ramal Pasar Saham 2023

    (fab/fab)


    Mind your business Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.