Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bos Mastercard Mundur, Surat Resign Dijual Jadi NFT
    Insight News

    Bos Mastercard Mundur, Surat Resign Dijual Jadi NFT

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa3 Februari 2023Updated:3 Februari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Product Lead Mastercard untuk NFT, Satvik Sethi, mengumumkan pengunduran dirinya dari perusahaan pembayaran dan kartu kredit multinasional tersebut. Yang menarik, surat pengunduran diri Sethi tersedia sebagai NFT dengan judul “New Beginnings”.

    Saat ini, surat ‘bertoken’ tersebut sudah di-minting sebanyak 27 kali. Dalam cuitan di akun Twitter personalnya, Sethi juga mempromosikan proyek NFT tersebut.

    “Jika kalian ingin mendukung saya, kalian bisa mint surat pengunduran diri saya dengan nilai 0.023 ethereum. Isinya menceritakan rekam jejak personal saya,” kata dia, dikutip CNBC Indonesia, Jumat (3/2/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sethi mengundurkan diri setelah bekerja kurang lebih 2 tahun di Mastercard sejak Agustus 2020. Ia awalnya menjabat analis di tim pengembangan produk global. Selanjutnya, ia pindah ke London untuk menjadi bos produk NFT di Mastercard.

    Mastercard sendiri diketahui turut meramaikan industri NFT sejak tahun lalu. Di ajang Consumer Electronics Show (CES) Las Vegas, Mastercard sesumbar telah berkolaborasi dengan Polygon untuk merilis program ‘Artist Accelerator’.

    Program itu menyediakan wadah bagi seniman dan musisi untuk berkarya di Web3, termasuk untuk minting NFT dan berkiprah di dunia online.

    Bos Mastercard Resign Setelah Mengalami Kekerasan

    Surat resign Sethi menjadi ‘menarik’ dipublikasikan sebagai NFT karena ada pengakuan sensasional di baliknya. Dalam cuitannya, Sethi mengatakan ia menjadi korban kekerasan emosional.

    “Di Mastercard, saya adalah korban kekerasan dan mental saya terganggu karena proses manajerial yang kacau, miskomunikasi, dan kebijakan internal yang inefisien,” kata dia memulai curhatannya.

    Ia mengungkap bahwa dirinya sempat tak digaji selama berbulan-bulan. “Saya harus memohon ke atasan untuk mendapatkan gaji. Ini cuma satu dari sekian masalah yang saya alami,” ia menjelaskan.

    Dengan mengundurkan diri dari Mastercard, Sethi kehilangan visa kerjanya dan akan kembali ke India sampai ia menemukan solusi atas status imigrasinya. Menurut laman LinkedIn-nya, Sethi berniat membangun usaha sendiri daripada harus bekerja di perusahaan lain.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Kilau Token Kripto Kian Memudar, Ini Buktinya!

    (tib)


    High Technology Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.