Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»TikTok-IG Minggir, Aplikasi Pembunuh Google Cetak Sejarah!
    Insight News

    TikTok-IG Minggir, Aplikasi Pembunuh Google Cetak Sejarah!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 Februari 2023Updated:3 Februari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – ChatGPT besutan OpenAI telah digunakan oleh lebih dari 100 juta orang sepanjang Januari, hanya 2 bulan setelah pertama kali diluncurkan.

    Laporan UBS, yang mengutip data Similarweb, menyatakan ChatGPT digunakan oleh rata-rata 13 juta pengguna setiap hari sepanjang Januari. Jumlah pengguna harian tersebut dua kali lipat dari Desember.

    Pencapaian ini membuat ChatGPT sebagai aplikasi konsumen dengan pertembuhan paling pesat sepanjang sejarah.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Dalam 20 tahun menyaksikan industri internet, kami tidak pernah melihat lonjakan seperti ini untuk aplikasi,” tulis analis UBS, dikutip oleh Reuters pada Kamis (2/1/2023).

    Sebagai perbandingan, TikTok membutuhkan 9 bulan setelah peluncurannya untuk mencapai 100 juta pengguna bulanan. Untuk mencapai jumlah pengguna tersebut, Instagram membutuhkan 2,5 tahun.

    ChatGPT adalah aplikasi robot percakapan (chatbot) yang dibangun dari teknologi kecerdasan buatan milik OpenAI. Pengguna bisa meminta ChatGPT untuk menjawab perintah dalam bentuk esai, artikel, lelucon, hingga puisi.

    OpenAI sendiri adalah perusahaan yang didukung oleh Microsoft, baik lewat kerja sama strategis dalam bentuk dukungan komputasi awan maupun suntikan modal miliar dolar.

    Per pekan ini, OpenAI mulai meluncurkan layanan berbiaya langganan bulanan untuk pengguna ChatGPT di Amerika Serikat. ChatGPT berbayar memiliki fitur tambahan serta menyediakan pemrosesan lebih cepat dan stabil dibanding layanan yang gratis.

    Analis memperkirakan kemunculan ChatGPT menempatkan OpenAI sebagai yang terdepan di antara perusahaan lain yang bergerak di bidang pengembangan kercerdasan buatan.

    Lonjakan pengguna dan biaya pengelolaan layanan ChatGPT juga bisa menjadi referensi peluang bisnis layanan kecerdasan buatan untuk konsumen.

    OpenAI menyatakan penerapan layanan berbayar akan membantu menanggung biaya komputasi ChatGPT.

    ChatGPT, dirasa menjadi ancaman bagi Google sampai-sampai kedua pendirinya turun gunung. Pendiri Google, Larry Page, bersama rekannya Sergey Brin berusaha membantu CEO Sundar Pichai.

    Berdasarkan laporan New York Times, Pichai tengah kebingungan untuk menghadapi ChatGPT karena sistem itu dinilai dapat bekerja lebih baik dari mesin pencarian milik perusahaan Google Search.

    Page dan Brin kabarnya telah bertemu dan rapat dengan petinggi perusahaan. Mereka menyusun rencana dan menyetujui untuk mengintegrasikan fitur chatbot dengan Search.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Viral ChatGPT dan OpenAI, Chabot Bisa Gantikan Manusia?

    (dem)


    Innovation Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.