Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Transaksi Kripto RI Anjlok, Ternyata Ini Biang Keroknya!
    Insight News

    Transaksi Kripto RI Anjlok, Ternyata Ini Biang Keroknya!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 Februari 2023Updated:2 Februari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Volume transaksi kripto Indonesia mengalami penurunan drastis. Tahun 2022 lalu berada sekitar Rp 290 triliun, anjlok dari 2021 yang mencapai Rp 895 triliun.

    Plt Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Didid Noordiatmoko menjelaskan salah satu penyebabnya adalah amblesnya nilai token kripto Luna di awal tahun lalu. Masalah tersebut membuat banyak orang jadi berpikir ulang untuk berinvestasi ke kripto.

    “Banyak hal, satu kejadian Luna di awal tahun 2022 membuat orang berfikir ulang untuk masuk ke kripto. Kripto sangat volatile,” kata Didid di Jakarta, Kamis (2/2/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Selain itu, permasalahan lainnya adalah terkait kondisi ekonomi dunia. Saat itu perbankan menaikkan suku bunganya.

    “Orang memilih investasi lebih stabil tidak terlalu volatile minat terhadap kripto berkurang,” ungkapnya.

    Sebelum Investasi Kripto, Bappepti Ingatkan Ini

    Saat ditanya cara untuk menghindari kejadian serupa, Didid mengingatkan soal rumus 2L. Pertama adalah logis, dia mengimbau investasi tidak memberikan penghasilan tetap.

    Masyarakat harus mempelajari lebih dulu konsep koin kripto yang akan diinvestasikan. Termasuk terkait pemilik dibalik proyek koin tersebut.

    “Tidak ada investasi tanpa risiko jangan berharap adalah memberikan penghasilan tetap itu ga mungkin teori apapun ga mungkin. Jadi logis aja. Ada yang mengatakan dengan aset kripto 10% itu bohong,” jelas Didid.

    “Pelajari dulu, ethereum kayak gimana atau bitcoin kayak gimana. Mau yang koin lokal kayak gimana, proyeknya ada dimana. bisa ga saya percaya”.

    Selain logis yang perlu dilakukan adalah legal. Jadi masyarakat perlu bertransaksi pedagang aset kripto yang berizin.

    “Kami mencoba bertransaksi pedagang aset kripto yang berizin, ada apa-apa bisa membantu klarifikasi,” kata dia.

    [Dexpert.co.id]



    Artikel Selanjutnya


    Makin Semarak, GOTO Merambah Ke Bursa Kripto?

    (tib)


    Techno for life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.