Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Waduh! Spotify Rugi Besar Meski Subscriber Naik, Kok Bisa?
    Insight News

    Waduh! Spotify Rugi Besar Meski Subscriber Naik, Kok Bisa?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa1 Februari 2023Updated:1 Februari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Spotify merilis laporan pendapatan kuartal keempat (Q4) 2022. Perusahaan asal Swedia itu mengatakan bahwa meskipun perusahaan rugi, namun jumlah pelanggan (subscriber) mereka naik.

    Dalam laporan yang dirilis, Spotify mengalami kerugian US$231 juta (sekitar Rp 3,5 triliun) di Q4 2022. Sementara untuk total pengguna aktif bulanan Spotify menjadi 489 juta, dibanding kuartal sebelumnya di tahun yang sama sebanyak 456 juta.

    “[Pengguna Aktif Bulanan] mencatat penambahan bersih rekor tertinggi per kuartal di angka 33 juta untuk Q4, 10 juta di atas prediksi,” kata perusahaan dalam dokumen keuangan lengkapnya, dikutip dari Apple Insider, Rabu (1/2/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Kendati begitu, layanan streaming musik tersebut masih merugi di Q4 2022, mengikuti yang terjadi di Q3 2022 sebesar US$228 juta.

    Sebagai perbandingan, di Q4 tahun 2021 Spotify mengalami kerugian operasional hanya sebesar US$7 juta. Artinya, jumlah kerugian yang dialami Spotify naik sangat tajam dibanding dengan tahun sebelumnya.

    Spotify juga melaporkan angka Free Cash Flow, yang turun dari US$103 juta pada Q4 2021, menjadi kerugian US$73 juta pada kuartal terakhir.

    “Seperti yang diprediksi, Free Cash Flow kami negatif pada kuartal ini. Namun, Free Cash Flow setahun penuh tetap positif dan kami berharap tren ini terus bergerak maju dalam setahun penuh.” kata mereka.

    Laporan pendapatan keuangan terbaru ini dibuat menyusul PHK 6% karyawan yang dilakukan baru-baru ini.

    “Kalau dipikir-pikir, saya sedikit terbawa suasana dan terlalu banyak berinvestasi relatif terhadap ketidakpastian yang saya lihat di pasar,” kata CEO Spotify, Daniel Ek, kepada Deadline.

    “Podcast telah menjadi hambatan di sisi margin kotor. Beberapa investasi berhasil, beberapa tidak. Beberapa acara berhasil, beberapa tidak berjalan seperti yang kami harapkan.” imbuhnya.

    Spotify menyalahkan kerugian yang terjadi di perusahan karena pergerakan mata uang, dan campur tangan geografis yang tidak menguntungkan dari biaya karyawan terhadap pendapatan.

    Momentum itu mengikuti pemecatan 600 staf. Dalam posting blog, Daniel Ek mengatakan bahwa “secara pribadi, perubahan ini akan memungkinkan saya untuk kembali ke bagian di mana saya melakukan pekerjaan terbaik saya.”

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Ga Semua Podcast Sukses, Spotify PHK 5% Pegawai

    (tib)


    Teknologi Informasi Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.