Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»NASA Temukan Harta Karun, Semua Warga Bumi Bisa Kaya Raya
    Insight News

    NASA Temukan Harta Karun, Semua Warga Bumi Bisa Kaya Raya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa29 Januari 2023Updated:29 Januari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – NASA, badan antariksa Amerika Serikat, menemukan harta karun di luar angkasa. Harta karun di asteroid bernama Psyche 16 itu bisa membuat warga planet Bumi kaya raya.

    Psyche 16 yang memiliki ukuran 226 kilometer disebut bernilai US$93 miliar berlokasi di sabuk Mars dan Jupiter. Materialnya terdiri atas besi nikel dan logam seperti emas serta platinum, sedangkan bahan penyusunnya adalah mineral silikat (tipe-S) atau senyawa berkarbon (tipe-C).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sebuah laporan menyebutkan, Psyche 16 bernilai US$10 ribu kuadriliun. Sedangkan kabar lainnya mengatakan asteroid itu nilainya mencapai US$700 kuintiliun, dikutip dari Business Standard, Senin (8/8/2022).

    Jika asteroid itu berhasil ditambang dan dibagikan kepada seluruh penduduk Bumi, setiap orang akan mengantongi miliaran dolar. Yakni dengan asumsi masyarakat di planet ini berjumlah 7,6 miliar orang, per orangnya akan mendapatkan US$93 miliar atau sekitar Rp 1,4 triliun.

    Sayangnya, penambangan asteroid bukanlah hal yang mudah. Hingga kini kepemilikan sumber daya luar angkasa masih ambigu menurut segi hukum.

    “Ada beberapa celah dalam undang-undang, dan beberapa hal perlu diklasifikasi untuk memberikan kepastian lebih pada undang-undang saat ini,” kata Direktur Program Sektor Swasta di Secure World Foundation, Ian Christensen kepada CNBC Internasional.

    Masalah lainnya adalah belum ada otoritas tunggal yang bertanggung jawab soal sumber daya dari luar angkasa. Hingga kini, soal perizinan masih berasal dari pemerintah pihak yang melakukan aktivitas.

    “Penegakan dilakukan oleh otoritas pemerintah nasional, namun otoritas luar angkasa khusus belum ada,” jelasnya.

    Sementara itu, aturan soal aktivitas antariksa yang diklaim paling komprehensif adalah Perjanjian Luar Angkasa PBB tahun 1967. Namun ternyata masih ada kebingungan antarnegera untuk kegiatan tersebut.

    Analis sains dan teknologi Stratfor, Rebeca Keller menyatakan masih ada masalah terkait penggunaan sumber daya antariksa, yang dinilainya masih rancu. Bahkan menurutnya dapat diartikan dua arah serta dapat menimbulkan perdebatan.

    “Pemerintah dan bahkan para ahli di bidang ini masih memperebutkan penggunaan yang tepat dari sumber daya ini dan itu tetap jadi pertanyaan yang sulit untuk dijawab,” kata Keller.

    [Dexpert.co.id]



    Artikel Selanjutnya


    Ada Pesan ‘Rahasia’ Ratu Elizabeth II di Bulan, Ini Isinya

    (dem)


    High Technology Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.