Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Jangan Sebut Pluto Planet, Simak Alasannya Biar Ga Malu
    Insight News

    Jangan Sebut Pluto Planet, Simak Alasannya Biar Ga Malu

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa29 Januari 2023Updated:29 Januari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Selama puluhan tahun, sekolah mengajarkan ada 9 planet di Tata Surya. Namun, status Pluto sebagai planet paling kecil sudah hilang sejak 2006.

    Pada tahun 2006, Persatuan Astronomi Internasional (IAU) mengubah status Pluto dari planet menjadi planet kerdil.

    Keputusan ini karena para astronom yang membentuk IAU menghadapi dilema. Pilihannya adalah memilih melabeli ratusan objek yang mereka temukan di masa depan sebagai planet demi status Pluto atau menendang Pluto dari barisan planet di Tata Surya.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Mereka memilih opsi kedua. Ratusan ilmuwan setuju memilih untuk menghapus Pluto dari jajaran planet.

    Lalu, mengapa Pluto bukan planet lagi?

    Ketika IAU secara resmi mendefinisikan kata “planet” untuk pertama kalinya, Pluto tidak cocok dengan yang mereka definisikan.

    Mengutip laman Popsci, Kamis (26/1/2023) untuk bisa mempertahankan status planetnya bersama dengan Bumi, Saturnus, dan lainnya, ia harus melewati tiga tahap, yakni planet harus mengorbit matahari, planet harus [mendekati] bentuk bulat, dan orbitnya harus bersih dari objek lain.

    Pluto memang lulus ujian pertama, karena berevolusi mengelilingi matahari setiap 248 tahun Bumi. Namun, untuk standar yang lain ia gagal.

    Di tes kedua, Pluto juga bisa saja lolos. Tapi dijelaskan, asteroid yang lebih kecil [yang mengorbit matahari] memang dapat memiliki bentuk yang aneh. Itokawa, misalnya, terlihat seperti kentang yang menggumpal.

    Namun saat massa sebuah benda langit membesar, gaya gravitasinya menarik bagian melebar ke tengah, sehingga menciptakan bentuk bulat. Pluto berkuran cukup besar untuk memaksa bentuknya menjadi bulat.

    Tantangan utama Pluto ada pada standar ketiga, yang menjadi inti dari apa yang dipikirkan oleh banyak astronom ketika mereka mendengar kata “planet”.

    Orbit dari delapan planet lain di Tata Surya bersih dari objek lain. Namun, Pluto berbeda. Jika melihat Tata Surya secara keseluruhan, ia terletak di antara asteroid dan planet.

    Sejauh yang diketahui para astronom, tidak ada objek terdekat yang mengadang Pluto. Namun, sekarang para peneliti mulai lebih mengerti tentang lingkungan Pluto.

    Alih-alih menjadi planet terjauh, Pluto lebih pas menjadi anggota terdekat dari Sabuk Kuiper, sebuah cincin berbentuk donat yang mungkin terdiri dari satu triliun komet dan bola es yang mengorbit di luar Neptunus.

    Setidaknya 200 dari objek ini cukup besar untuk berbentuk bulat, memenuhi syarat sebagai planet kerdil.

    Seperti asteroid, mereka semua bergerak dengan cara yang sama. Pluto, kata astronom dari Institut Teknologi California, Mike Brown, disebut akan selalu menjadi bagian dari kawanan asteroid tersebut.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Jangan Sombong! Ini Bukti Bumi Cuma Butiran Debu di Angkasa

    (dem/dem)


    High Technology Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.