Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Drama Startup Rp 15 Triliun, Pendiri Dipecat Kini Bangkrut
    Insight News

    Drama Startup Rp 15 Triliun, Pendiri Dipecat Kini Bangkrut

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa26 Januari 2023Updated:29 Januari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Sejak awal 2022, startup Zilingo dipenuhi drama. Startup yang disebut pernah bervaluasi US$970 juta atau Rp 15 triliun itu memecat pendirinya dan kini akhirnya terancam bangkrut.

    Pada awalnya, Zilingo merupakan startup yang menjanjikan. Perusahaan itu pernah mengumpulkan lebih dari US$300 juta dari sejumlah investor terkemuka seperti Temasek Holdings dan Sequoia Capital India.

    Perusahaan juga pernah beroperasi di 8 negara dan memiliki 600 orang pegawai. Selain itu juga pernah mengumpulkan US$226 juta pada awal 2019 dalam pendanaan terakhir.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Namun drama perusahaan dimulai saat Ankiti Bose yang merupakan salah satu pendiri Zilingo disebut terlibat skandal keuangan. Atas penyelidikan itu, perusahaan akhirnya memutuskan memecat Bose.




    Foto: zilingo (Official Website)

    “Menyusul penyelidikan yang dipimpin oleh firma forensik independen yang ditugaskan untuk memeriksa keluhan penyimpangan keuangan yang serius, perusahaan memutuskan menghentikan pekerjaan Ankiti Bose dengan alasan, dan berhak melakukan tindakan hukum yang sesuai,” kata perusahaan dalam pernyataannya, dikutip dari Economic Times.

    Namun tak sampai di situ. Kepergian Bose ternyata diikuti oleh para petinggi lain. Misalnya Dhruv Kapoor, pendiri Zilingo lainnya yang juga ikut mundur dan juga sejumlah anggota dewan komisaris perusahaan termasuk CEO GoTo Andre Soelistyo.

    Tahun 2018, perusahaan juga disebut mengeluarkan hingga US$1 juta. Ini dilakukan dalam rangka mengirim sejumlah influencer media sosial ke Maroko.

    Mereka dikirim untuk liburan tiga hari yang diisi dengan menunggang unta, perjalanan balon udara, kelas yoga, dan makan malam gourmet. Namun ternyata Bloomberg melaporkan menurut seorang sumber, kampanye itu gagal total. Dari harapan satu juta pelanggan hanya ada 10 ribu pengguna baru.

    Kini, Zilingo sudah menunjuk EY Corporate Services sebagai likuidator sementara. Kreditornya adalah Varde Partners dan Indies Capital Partners yang disebut telah menemukan pembeli untuk membeli beberapa asetnya.

    Bloomberg menuliskan Zilingo menolak berkomentar. Namun kabarnya pemegang saham serta kreditor utama telah diberitahu soal keputusan itu.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Jun Waide Blak Blakan Soal Pengembangan Startup Venteny


    Mind your business Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.