Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Virus Kraken Sudah Masuk RI, Paling Menular Tembus Antibodi
    Insight News

    Virus Kraken Sudah Masuk RI, Paling Menular Tembus Antibodi

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa26 Januari 2023Updated:29 Januari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kasus pertama varian Covid-19 XBB 1.5 telah masuk di Indonesia. Varian yang dikenal sebagai Kraken diidentifikasi pada wargan negara Polandia awal bulan ini.

    Berdasarkan penuturan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI Maxi Rein Rondonuwu, pasien sempat menginap di salah satu hotel di Jakarta. Setelah itu dia menuju ke Balikpapan, Kalimantan Timur.

    Dia juga sempat dites Covid-19 menggunakan rapid test antigen. Pada 7 Januari, tes tersebut dinyatakan negatif. Namun empat hari kemudian atau 11 Januari saat melakukan tes PCR dinyatakan positif tanpa gejala.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Pasien tersebut akhirnya menjalani isolasi hingga 15 Januari 2023 lalu. Pada 18 Januari 2023, dia telah dinyatakan negatif Covid-19, dikutip dari Detik.com, Kamis (26/1/2023).

    Sementara itu, Kraken dilaporkan sangat menular dibandingkan dengan varian Covid-19 yang pernah ada sebelumnya. Namun memang varian tersebut tidak menunjukkan gejala yang berat, bahkan ada yang muncul tanpa gejala.

    “Karakteristik dari virus ini adalah mudah, sangat-sangat mudah menular. Jauh lebih mudah dibandingkan dengan varian apa pun yang ada. Tapi gejala atau keluhannya memang ringan saja, bahkan sebagian besar tidak keluhan,” jelas Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sekaligus spesialis paru RS Persahabatan Erlina Burhan dalam konferensi pers.

    Erlina mendorong masyarakat untuk mendapatkan vaksin Covid-19 booster kedua. Meski tidak 100% mencegah, namun vaksin bisa menekan risiko gejala berat pada pasien.

    Pemerintah juga telah membuka kesempatan masyarakat umum untuk mendapatkan dosis keempat sejak Selasa (24/1/2023). Vaksin itu bisa didapatkan secara gratis untuk masyarakat berusia 18 tahun ke atas.

    “Booster ini tujuannya mencegah jangan sampai kalau tertular menjadi berat. Jadi tidak 100 persen bisa dikatakan booster ini bisa mencegah orang tidak jadi sakit. Karena vaksinasi bukan satu-satunya. Jadi tetap protokol kesehatan, meningkatkan sistem imun karena sesungguhnya ini adalah penurunan keseimbangan dan sistem imun dan keganasan virus,” kata Erlina.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Virus Kraken Serang AS, Ahli Ungkap Bahaya Covid Varian Baru


    Innovation Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.