Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Dituduh Monopoli Iklan Digital, Google Hujan Gugatan di AS
    Insight News

    Dituduh Monopoli Iklan Digital, Google Hujan Gugatan di AS

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa26 Januari 2023Updated:26 Januari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Departemen Kehakiman dan delapan negara bagian Amerika Serikat mengajukan gugatan antimonopoli terhadap Google pada Selasa (24/1).

    Mereka menduga ada monopoli atas seluruh ekosistem periklanan online sebagai beban bagi pengiklan, konsumen, dan bahkan pemerintah AS.

    Pemerintah AS menuduh dalam pengaduan bahwa Google berusaha untuk menetralkan atau menghilangkan saingan di pasar iklan online melalui akuisisi dan memaksa pengiklan untuk menggunakan produknya dengan mempersulit penggunaan penawaran pesaing.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Ini adalah bagian dari gebrakan baru dari pemerintah AS untuk mengendalikan perusahaan teknologi besar yang telah menikmati pertumbuhan tak terkendali dalam satu setengah dekade terakhir.

    “Monopoli mengancam pasar bebas dan adil yang mendasari ekonomi kita. Mereka menghambat inovasi, merugikan produsen dan pekerja, dan meningkatkan biaya bagi konsumen,” kata Jaksa Agung Merrick Garland, dikutip dari AP News, Kamis (26/1/2023).

    Selama 15 tahun, Garland mengatakan, Google telah melakukan ‘anti-persaingan’ yang menghentikan munculnya teknologi saingan dan memanipulasi mekanisme lelang iklan online untuk memaksa pengiklan dan penerbit menggunakan alatnya.

    Gugatan tersebut, menjadi tindakan hukum terbaru yang diajukan oleh pemerintah terhadap Google, menuduh perusahaan tersebut secara tidak sah memonopoli cara penayangan iklan online dengan mengecualikan pesaing.

    Pengelola iklan Google memungkinkan penerbit besar dengan memiliki penjualan langsung yang signifikan untuk mengelola iklan mereka.

    Garland mengatakan Google mengontrol teknologi yang digunakan oleh sebagian besar penerbit situs web utama untuk menawarkan ruang iklan untuk dijual, serta bursa iklan terbesar yang menyatukan penerbit dan pengiklan saat ruang iklan dijual. Hasilnya adalah pembuat situs web mendapat penghasilan lebih sedikit, padahal pengiklan membayar lebih banyak.

    Gugatan, yang diajukan di pengadilan federal di Alexandria, Virginia, menuntut agar Google memecah bisnisnya.

    Bisnis yang mengendalikan alat teknis yang mengelola pembelian, penjualan, dan pelelangan iklan tampilan digital harus terpisah dengan mesin pencarian sebagai bisnis inti Google dan produk lainnya termasuk YouTube, Gmail, dan layanan cloud.

    Alphabet Inc., perusahaan induk Google, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa gugatan itu menggandakan argumen cacat yang akan memperlambat inovasi, menaikkan biaya iklan, dan mempersulit pertumbuhan ribuan bisnis kecil dan penerbit.

    Bisnis iklan digital saat ini menyumbang sekitar 80% dari pendapatan Google, dan pada umumnya “menombok” bisnis lain yang kurang menguntungkan.

    Gugatan datang karena pemerintah AS semakin ingin mengendalikan dominasi Big Tech, meskipun tindakan hukum semacam itu dapat memakan waktu bertahun-tahun untuk selesai. Kongres AS juga belum mengesahkan undang-undang terbaru yang berupaya mengekang pengaruh pemain terbesar industri teknologi.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    KPPU Selidiki Dugaan Monopoli Google, Apa Pelanggarannya?

    (dem)


    Innovation Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.