Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Penuh Drama, Startup Soonicorn Bangkrut Usai Pecat Pendiri
    Insight News

    Penuh Drama, Startup Soonicorn Bangkrut Usai Pecat Pendiri

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa25 Januari 2023Updated:26 Januari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Zilingo, startup berbasis Singapura, akan masuk likuidasi dalam waktu dekat.

    Menurut Bloomberg, dewan startup teknologi fashion itu telah menunjuk EY Corporate Services sebagai likuidator sementara.

    Kreditornya, Varde Partners dan Indies Capital Partners, dilaporkan telah menemukan pembeli untuk beberapa asetnya. 


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Ketika ditanya, Zilingo menolak memberikan komentar kepada Bloomberg. Namun, pemegang saham dan kreditor utama dilaporkan telah diberitahu tentang keputusan tersebut.

    Proses likuidasi ini menunjukkan jatuhnya sebuah startup yang pernah menjadi favorit, tidak hanya di kancah teknologi Singapura tetapi juga di Asia Tenggara, dikutip Rabu (25/1/2023).

    Skandal Zilingo diawali dengan pemecatan salah satu pendiri dan mantan CEO, Ankiti Bose. 

    “Menyusul penyelidikan yang dipimpin oleh firma forensik independen yang ditugaskan untuk memeriksa keluhan penyimpangan keuangan yang serius, perusahaan memutuskan menghentikan pekerjaan Ankiti Bose dengan alasan, dan berhak melakukan tindakan hukum yang sesuai,” kata perusahaan dalam pernyataannya, dikutip dari Economic Times, Jumat (20/5/2022).

    Setelah Bose, mundur beberapa anggota dewan komisaris Zilingo juga mundur termasuk CEO GoTo Andre Soelistyo. Tak lama setelah itu, pendiri Zilingo yang lain, Dhruv Kapoor, mengikuti jejak Bose hengkang dari perusahaan.

    Pada puncaknya, perusahaan tersebut telah mengumpulkan lebih dari US$300 juta dari beberapa investor terkemuka, termasuk Temasek Holdings dan Sequoia Capital India, cabang regional dari perusahaan Silicon Valley yang mendukung Apple dan Google.

    Selangkah jadi unicorn

    Zilingo pernah memiliki sekitar 600 karyawan di delapan negara dan mengumpulkan US$226 juta pada awal 2019 dalam putaran pendanaan terakhir, yang membuat valuasi perusahaan menjadi sekitar US$970 juta (Rp 15 triliun)

    Namun masalah mulai muncul setelahnya, saat dewan startup yang semakin khawatir dengan kinerja keuangan dan pengeluaran yang boros.

    Pada tahun 2018, Zilingo dilaporkan mengeluarkan US$1 juta untuk mengirim sejumlah influencer media sosial ke Maroko untuk liburan tiga hari, termasuk menunggang unta, perjalanan balon udara, kelas yoga, dan makan malam gourmet.

    Namun, seorang sumber mengatakan kepada Bloomberg bahwa kampanye pemasaran tersebut gagal total, karena hanya mendatangkan 10.000 pengguna baru, bukan satu juta pelanggan yang diproyeksikan.

    Zilingo tidak mengajukan laporan keuangan tahunan, persyaratan dasar untuk semua bisnis seukurannya di Singapura, selama dua tahun, 2020 dan 2021, dan pandemi COVID-19 juga menekan pendapatan Zilingo.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Resmi! Startup Furniture Fabelio Dinyatakan Pailit

    (tib)


    Smart your life Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.