Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Monster Kodok Berbahaya Ditemukan! Bisa Picu Kepunahan
    Insight News

    Monster Kodok Berbahaya Ditemukan! Bisa Picu Kepunahan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa23 Januari 2023Updated:23 Januari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Monster kodok raksasa ditemukan di kawasan hutan pesisir, Conway National Park, Quensland, Australia. Tim pekerja satwa liar menemukannya ketika melintasi jalan yang dilewati seekor ular.

    “Saya mengulurkan tangan dan meraih kodok itu. Saya tidak percaya betapa besar dan beratnya kodok tersebut,” kata tim pekerja satwa liar, Kylee Gray, dikutip dari ScienceAlert, Senin (23/1/2023).

    Monster kodok sepanjang tangan manusia itu memiliki berat 2,7 kilogram. Kulitnya berwarna coklat dan memiliki kutil di sekujur tubuhnya.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Kodok sebesar ini akan memakan apa saja yang muat di mulutnya. Termasuk serangga, reptil, dan mamalia kecil,” Gray menjelaskan.

    Karena dianggap berbahaya bagi kelangsungan hidup ekosistem sekitar, kodok itu diamankan dan disuntik mati. Jenis monster tebu ini sebenarnya merupakan spesies kodok tebu (cane toad).

    Kodok tebu sendiri diperkenalkan di Queensland pada 1935 untuk mengendalikan kumbang tebu. Namun, konsekuensinya, kodok tebu bisa memicu kepunahan pada satwa liar lainnya.

    Apalagi kodok tebu yang ditemukan ini memiliki berat 2,7 kilogram yang serupa bayi manusia. Monster kodok ini memecahkan rekor ukuran terbesar, menurut keterangan resmi Departemen Lingkungan dan Sains Queensland.

    Menurut Gray, berdasarkan ukurannya, monster kodok ini adalah perempuan. Tidak diketahui pasti usianya. Namun, Gray memperkirakan setidaknya monster kodok sudah hidup selama 15 tahun di hutan.

    Kodok tebu perempuan diketahui bisa memproduksi 30.000 telur dalam satu musim. Spesies ini sangat beracun dan bisa menyebabkan kepunahan bagi satwa predatornya.

    [Dexpert.co.id]

    (fab/fab)


    Mind your business Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.