Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bandar Kripto Bangkrut Minta Rp 380 M Buat Bikin Bursa Baru
    Insight News

    Bandar Kripto Bangkrut Minta Rp 380 M Buat Bikin Bursa Baru

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa19 Januari 2023Updated:22 Januari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Dua pendiri Three Arrows Capital (3AC), Su Zhu dan Kyle Davies, tengah mencari modal US$25 juta (Rp 380 miliar). Bandar kripto bangkrut pernah mengelola aset senilai Rp 150 triliun itu ingin mendirikan bursa kripto baru.

    Zhu dan Davies tercatat sebagai bagian dari tim pendiri perusahaan kripto yang diberi nama GTX. Selain mereka, ada dua orang lagi bernama Mark Lamb dan Sudhu Arumugam yang tak lain adalah pendiri CoinFlex.

    CoinFlex adalah perusahaan yang ikut terhantam badai keruntuhan kripto tahun lalu. Perusahaan menangguhkan seluruh penarikan dana nasabah dari bursa per Juni 2022. Investor bitcoin Roger Ver padahal menanamkan sekitar US$84 juta utang di CoinFlex.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dalam pitch deck yang dilihat CNBC Indonesia, GTX menuliskan sebagai marketplace publik untuk perdagangan lintas aset. Perusahaan juga menuliskan bisa mendominasi pasar hanya dalam 2-3 bulan setelah platform diluncurkan.

    Fokus utama GTX adalah “membebaskan” aset kripto yang terjebak di bursa bangkrut seperti FTX. Mereka mengklaim ada potensi pasar raksasa di dana nasabah yang terjebak di sana.

    GTX juga menambahkan, kreditor pada perusahaan bangkrut seperti FTX dapat melakukan trading di platform tersebut. Mereka berjanji akan masuk ke pasar secepatnya pada akhir Februari mendatang.

    Sayangnya, kehadiran GTX tak disambut baik semua orang. Investor dan pedagang kripto, Scott Melker mengecam pitch deck itu dan menyebutnya buruk.

    Dia membandingkan GTX dengan FTX yang gagal. Mereka yang berada di balik GTX disebut ‘mengerjai’ publik.

    “Bayangkan menonton FTX gagal setelah melihat perusahaan Anda sendiri gagal dan kemudian memilih mencoba meluncurkan bursa dan beri nama GTX yang merupakan satu huruf menjadi FTX,” kata Merkel dalam tweet-nya yang dikutip Yahoo News, Rabu (18/1/2023). “Siapapun yang menjalankan simulasi ini suka mengerjai kami”.

    Dia juga menambahkan, ketika GTX diluncurkan, semua orang pantas berada di zaman es kripto. “Jika ini diluncurkan kita pantas mendapatkan setiap detik dari zaman es kripto ini,” ucapnya.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Dulu Berduit Rp 150 T, Bandar Kripto Sembunyi Takut Dipenjara

    (dem)


    Smart your life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.