Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Valuasi Startup ‘Pembunuh’ Zara dan H&M Anjlok Rp 544 Triliun
    Insight News

    Valuasi Startup ‘Pembunuh’ Zara dan H&M Anjlok Rp 544 Triliun

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa19 Januari 2023Updated:19 Januari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Harga saham salah satu unicorn raksasa, Shein, anjlok. Perusahaan fesyen tersebut dikabarkan memangkas valuasinya hingga US$36 miliar atau sekitar Rp544 triliun.

    Shein adalah perusahaan produsen produk fesyen yang baru berdiri pada 2015. Dengan memanfaatkan kekuatan rantai pasok dan manufaktur China, Shein menciptakan disrupsi di pasar feysen terjangkau di seluruh dunia.

    Brand fesyen harga terjangkau lain, seperti Zara dan H&M, harus bersaing keras dengan Shein yang mampu memproduksi produk desain baru cepat dan harga yang terjangkau.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Produk Shein memang tidak tahan lama seperti pesaingnya. Namun, harganya yang sangat murah dan model yang update membuat konsumen tidak keberatan terus-terusan membeli baju baru dari Shein. Gaya bisnis ini kemudian dikenal dengan nama fast-fashion.

    Namun, penurunan konsumsi di tengah ancaman resesi tampaknya berpengaruh besar ke bisnis Shein. Apalagi, mesin produksi mereka di China juga terganggu oleh kebijakan Covid-19 ketat pemerintah setempat.

    Financial Times mengabarkan bahwa Shein kini tengah mencari modal segar senilai US$3 miliar dari investor di valuasi US$64 miliar. Valuasi tersebut lebih rendah US$36 miliar dibandingkan dengan valuasi US$100 miliar pada April 2022.

    Kepada Tech Crunch, Shein membantah “sebagian informasi” dalam artikel Financial Times.

    Shein bukan satu-satunya e-commerce yang valuasinya terpukul. Dua e-commerce yang telah melantai di bursa, Pinduoduo dan Sea Ltd, juga mencatatkan kapitalisasi pasar yang menyusut.

    Kapitalisasi pasar Pinduoduo jatuh darih US$240 miliar ke US$100 miliar, sedangkan kapitalisasi saham Sea telah meroost 80% dari puncaknya pada November 2021.

    Meski pasar finansial tidak dalam kondisi terbaik, Tech Crunch menyatakan Shein masih berencana merealisasikan rencana IPO mereka. Salah satu persiapan Shein adalah mendirikan perusahaan holding di Singapura.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    10 Startup Jagoan RI yang Diramal Jadi Raksasa Baru Asia

    (dem)


    High Technology Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.